Pariwisata Bali Resmi Dibuka Kembali, Pemprov Lakukan Ini Untuk Antisipasi Lonjakan Corona
Nasional
Efek Corona untuk Pariwisata

Sebelumnya, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan serta Menparekraf Wishnutama telah resmi membuka kembali pariwisata Bali untuk wisatawan nusantara pada Kamis (30/7) kemarin.

WowKeren - Aktivitas pariwisata untuk turis domestik (nusantara) di Bali kembali dibuka pada Jumat (31/7) hari ini. Sebelumnya, aktivitas pariwisata di Pulau Dewata sempat ditutup akibat pandemi virus corona (COVID- 19).

Meskipun sektor pariwisata sudah kembali dibuka, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali tetap akan mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19. Menurut Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardha Sukawati, antisipasi yang disiapkan berupa peningkatan kapasitas rumah sakit dan juga koordinasi seluruh pihak terkait.

"Ini usaha pemerintah dengan meningkatkan kapasitas rumah sakit, kemudian deteksi di lapangan. Kita kan berjenjang dari provinsi, kabupaten, kota," jelas Wagub yang akrab disapa Cok Ace tersebut di Pulau Peninsula, Nusa Dua, Bali, pada Kamis (30/7). "Jadi, kalau ada hal-hal yang tidak bisa kita monitor di provinsi, setidak-setidaknya satgas gotong royong kita di lapangan bisa mendeteksi lebih awal."

Lebih lanjut, Cok Ace optimis bahwa pariwisata Bali bisa kembali membaik meski pandemi corona sendiri masih belum berakhir. Cok Ace juga mengungkapkan bahwa tingkat kesembuhan pasien positif COVID-19 di Bali cukup tinggi, yakni mencapai 82 persen. Ia pun memastikan Bali tak akan lengah meski tingkat kesembuhan telah tinggi, dan meminta masyarakat untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan.


"Mudah-mudahan (aktivitas pariwisata membaik), kita tetap optimis. Namun demikian, kita enggak boleh abai, enggak boleh lalai," ujar Cok Ace. "Sebab ini betul-betul enggak bisa kita duga penularannya."

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama telah resmi membuka pariwisata Bali untuk wisatawan nusantara pada Kamis (30/7) kemarin. Acara tersebut dihadiri pula oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan Cok Ace sendiri.

Dalam kesempatan tersebut, Luhut menyebut bahwa pembukaan kembali pariwisata Bali semenjak adanya pandemi corona merupakan hari bersejarah. Luhut juga menyebut bahwa tidak ada zona merah COVID-19 di Bali, sehingga sektor pariwisata kini dapat kembali dibuka.

"Apakah dia masuk zona merah, kuning atau hijau. Itu yang kita menjadi acuan. Kalau hari ini, kita bisa lakukan ini karena Bali menurut saya, hampir beberapa daerah sudah hijau. Ada yang masih kuning tapi tidak ada yang merah," kata Luhut dalam sambutannya. "Tapi kalau sampai ada yang merah bukan tidak mungkin Bali akan ditutup. Oleh karena itu, kerjasama semua penting. Jadi tidak boleh satupun merasa diri paling penting dalam hal ini. Kita harus team work menyelesaikan masalah ini."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts