Cegah Penyebaran COVID-19, Singapura Wajibkan Pelancong Pakai Alat Pelacak Elektronik
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Singapura akan mewajibkan sejumlah pelancong yang datang untuk memakai alat pelacak elektronik. Aturan pemakaian alat pelacak ini akan diberlakukan pada 11 Agustus mendatang.

WowKeren - Otoritas Singapura akan mewajibkan sejumlah pelancong yang datang untuk memakai alat pelacak elektronik. Ini Dilakukan untuk memastikan para pelancong agat tetap mematuhi aturan karantina yang telah ditetapkan oleh negara tersebut.

Aturan ini diterapkan saat Singapura secara bertahap mulai membuka lagi perbatasannya di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Dilansir Reuters, alat pelacak elektronik akan diberikan kepada setiap pelancong yang datang ke Singapura, termasuk warga negara maupun penduduk negara tersebut mulai tanggal 11 Agustus 2020.

Meski begitu, hanya pelancong dari beberapa negara tertentu yang akan mendapatkan alat pelacak elektronik itu. Tidak disebut lebih lanjut pelancong dari negara mana saja yang akan mendapat alat pelacak elektronik ini. Namun para pelancong yang mendapat alat pelacak elektronik ini nantinya wajib menjalani isolasi di rumah, bukan di fasilitas-fasilitas yang ditetapkan pemerintah, setibanya di Singapura.

Pengerahan gelang elektronik untuk melacak pergerakan orang-orang selama masa karantina pernah diterapkan di Hong Kong dan Korea Selatan (Korsel). Alat pelacak elektronik tersebut menggunakan GPS dan sinyal Bluetooth.


Para pelancong nantinya akan menerima pemberitahuan pada alat tersebut yang harus mereka patuhi. Setiap upaya untuk meninggalkan rumah tanpa izin atau mengakali alat pelacak elektronik itu akan memicu alert atau peringatan yang langsung diteruskan kepada otoritas setempat.

Untuk saat ini, masih belum diketahui secara pasti bagaiaman wujud alat pelacak elektronik tersebut. Namun, Otoritas Singapura menegaskan jika alat pelacak ini tidak akan menyimpan data pribadi dan tidak memiliki fungsi perekam suara maupun video.

Meski begitu, alat pelacak tersebut tidak diwajibkan untuk anak-anak di bawah usia 12 tahun. Selain pelacak elektronik, Singapura juga berencana memberikan semacam dongle atau alat kecil yang bisa dipakai untuk melacak virus kepada seluruh warganya.

Sementara itu, hingga kini tercatat 52.852 kasus Corona tercatat di wilayah Singapura, dengan 27 kematian. Penularan virus terbanyak di Negeri Singa ini berasal dari asrama-asrama pekerja migran dan kasus impor yang merupakan penularan dari luar negeri.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts