Presiden Turki Erdogan Hubungi Jokowi untuk Kerja Sama Tangani COVID-19
Dunia
Pandemi Virus Corona

RI dan Turki telah menjalin kerja sama dalam pengadaan bahan baku alkes terutama yang dibutuhkan selama pandemi corona. RI dikabarkan akan mengimpor sejumlah barang mentah untuk memproduksi alkes sendiri.

WowKeren - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Indonesia, Joko Widodo, membahas peluang kerja sama antara kedua negara terkait penanganan pandemi virus corona (COVID-19). Pembahasan itu dilakukan kedua pemimpin melalui percakapan telepon pada Minggu (2/8) sore.

Melalui rilis Sekretariat Presiden, Jokowi menyambut baik peningkatan kerja sama antara Indonesia-Turki, termasuk peluang untuk menjajaki kerja sama dalam menangani pandemi COVID-19. "Saya memahami, Turki berada dalam tahap lanjut untuk pengembangan vaksin. Saya senang mendengar kedua Menteri Riset dan Teknologi kita telah membahas kemungkinan kerja sama dalam hal ini," ucap Jokowi, sebagaimana dilansir dari CNN pada Senin (3/8).

Sejauh ini, Indonesia dan Turki telah menjalin kerja sama dalam pengadaan bahan baku alat kesehatan terutama yang dibutuhkan selama pandemi corona. RI dilaporkan akan mengimpor sejumlah barang mentah seperti kain melt bown dari Turki agar bisa memproduksi alat kesehatan seperti masker di dalam negeri.

Sementara Turki sebelumnya sempat mengeluarkan larangan ekspor untuk bahan baku dan peralatan medis sejak negara tersebut mulai menghadapi wabah COVID-19 pada Maret lalu. Di saat yang sama, negara tersebut masih memproduksi masker dan bahan baku masker, juga PCR, test kit, sanitizer, ventilator, hingga alat pelindung diri dalam jumlah besar. Kini Turki sendiri akhirnya memberikan pengecualian bagi Indonesia untuk mengimpor barang baku produksi alat kesehatan tersebut.


Jokowi berharap berbagai rencana kerja sama bilateral antara Turki dan Indonesia dapat terealisasi sesegera mungkin, terutama ketika Erdogan berkunjung ke Jakarta. Meski begitu, Jokowi tidak merinci rencana lawatan Erdogan tersebut, mengingat pandemi yang masih berlangsung.

"Saya harap dalam kunjungan Yang Mulia ke Indonesia, kita dapat meluncurkan proyek-proyek konkrit tersebut," papar Presiden RI tersebut.

Sebagai informasi tambahan, sejauh ini Indonesia telah mencatat sebanyak 111,455 kasus COVID-19 berdasarkan data statistik Worldometers.info. Dari jumlah tersebut, ada lebih dari lima ribu pasien yang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan 68,975 dikonfirmasi sembuh. Saat ini, masih ada lebih dari 37 ribu kasus COVID-19 yang ditangani oleh Indonesia.

Sedangkan Turki mencatat sebanyak 232,856 kasus COVID-19, dengan 5,728 angka kematian. Ada 216,494 pasien yang dinyatakan telah pulih sehingga saat ini Turki memiliki kasus aktif COVID-19 sebanyak 10,634 orang.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts