Klaim Risma Soal Status Zona Surabaya Disamakan Dengan Semangka: Hijau di Luar, Merah di Dalam
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengklaim bahwa wilayahnya telah masuk zona hijau COVID-19. Namun demikian, Kota Surabaya masih menjadi zona merah dalam peta Pemprov Jawa Timur.

WowKeren - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyebut bahwa wilayahnya sudah masuk zona hijau COVID-19. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya pun juga memberikan pernyataan yang sama dengan Risma.

"Silakan yang menilai seperti apa, yang jelas kita warnanya sudah hijau," tutur Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto, dilansir CNN Indonesia pada Selasa (4/8).

Namun demikian, Kota Surabaya masih menjadi zona merah dalam peta Pemprov Jawa Timur. Dalam peta sebaran COVID-19 yang diunggah Pemprov Jatim, tampak wilayah Surabaya Raya (Kota Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik) masih berstatus zona merah yang berarti berisiko tinggi COVID- 19.

Peta Sebaran Corona

Twitter/Pemprov Jawa Timur

Pakar epidemiologi Universitas Airlangga Surabaya, Windhu Purnomo, menilai klaim zona hijau tersebut didasarkan pada tingkat penularan atau rate of transmission (Rt) yang menurun dan diumumkan oleh Kementerian Kesehatan. Namun hanya dalam hitungan satu hari.


"Saya tahu (Risma mengklaim Surabaya zona hijau COVID-19) dasarnya memang dari Rt yang dikeluarkan dari Kemenkes, tapi itu cuma sehari," tutur Windhu. "Rt kalau belum 14 hari berturut-turut, ya, belum (termasuk zona hijau)."

Lebih lanjut, Windhu menjelaskan bahwa tingkat penularan COVID-19 di Surabaya kini masih naik turun. Terkadan sudah di bawah 1, namun kadang juga berada di atas 1.

Windhu pun menjelaskan bahwa suatu daerah baru dapat dikategorikan sebagai zona hijau jika tingkat penularannya sudah berada di bawah 1 selama 14 hari berturut- turut. Windhu lantas menyindir zona hijau Surabaya yang diklaim Risma tersebut sebagai buah semangka.

"Hijaunya di kulit tapi sesungguhnya dalamnya merah," ujar Windhu. "Itu nanti malah menyesatkan, masyarakat akan keluyuran dan justru berbahaya."

Selain itu, Windhu juga menyayangkan klaim Risma soal zona hijau lantaran Surabaya kini masih memiliki angka tingkat kematian alias fatality rate yang tinggi. "Surabaya (fatality rate) masih tinggi, 8,9 persen, padahal nasional kurang 4,5 persen. Sedangkan WHO targetnya 2 persen. Jadi tingkat keamanan Surabaya masih jauh," pungkas Windhu.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts