Kapal TNI Diduga Ikut Hancur Akibat Ledakan Beirut, Ini Nasib Ribuan Personel Di Lebanon
Nasional
Ledakan Besar Beirut

Terungkap nasib ribuan personel Tentara Nasional Indonesia yang sedang bertugas di Lebanon pasca ledakan dahsyat, kapal TNI yang berada di dekat lokasi diduga ikut hancur.

WowKeren - Ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon pada Selasa (4/8) telah membuat dunia ikut berduka. Dalam video ledakan yang beredar, terlihat bagaimana sebuah gedung yang terbakar kemudian meledak hingga menghancurkan area pelabuhan dan meratakan banyak gedung.

Pemerintah Indonesia sebelumnya telah melaporkan adanya 1 WNI yang terluka ringan dari peristiwa tersebut. Kini, pemerintah juga mengungkapkan nasib ribuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang merupakan Anggota Satgas Garuda.

Anggota TNI itu sekarang sedang bergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang tengah bertugas di Lebanon. Mereka semua dipastikan aman dari ledakan dahsyat yang baru saja mengguncang.

Meski demikian, Komandan Pusat Misi Pasukan Perdamaian (PMPP) TNI, Mayor Jenderal Victor Hasudungan Simatupang menjelaskan pihaknya kemungkinan mengalami kerugian akibat ledakan itu. Pasalnya, kapal Satgas Maritim Task Force (MTTF) yang sedang bersandar di Pelabuhan Beirut kemungkinan terkena dampak kerasnya ledakan.


”Kondisi satgas dalam keadaan aman,” kata Mayor Jenderal Victor Hasudungan Simatupang seperti dilansir dari CNNIndonesia, Rabu (5/8). “Kapal milik KRI Hasanuddin yang diparkir di pelabuhan, kemungkinan terkena imbas ledakan.”

Victor menjelaskan begitu mendengar adanya ledakan dahsyat, pihaknya langsung terjun ke lapangan untuk ikut membantu evakuasi para korban. Satu unit ambulans bersama anggota Satgas Hospital Level 2 juga telah diberangkatkan ke area ledakan di Beirut dari Naquora. “Sekarang sedang meluncur ke Beirut untuk membantu evakuasi,” ungkap Victor.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Lebanon telah meminta seluruh warga Indonesia yang berada di Beirut untuk segera melaporkan diri. Hal ini dilakukan agar pihak KBRI dapat memastikan kondisi para WNI yang berada di sekitar lokasi ledakan.

Kementerian Kesehatan Lebanon dalam laporan terakhirnya mengungkap ada 78 orang yang terkonfirmasi meninggal dunia dan sekitar 4.000 orang mengalami luka-luka dilaporkan mencapai 4.000 orang. Jumlah korban masih bisa terus bertambah mengingat hingga saat ini proses evakuasi masih dilakukan.

Sementara itu, Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) telah memperingatkan bahaya gas beracun yang terlepas setelah ledakan terjadi. Oleh sebab itu, masyarakat setempat yang berada di sekitar area ledakan diminta untuk mengenakan masker.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts