Pernyataan Menko Muhadjir Soal Pernikahan Sesama Keluarga Miskin Dinilai Lukai Hati Masyarakat
Instagram/muhadjir_effendy
Nasional

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyebut jika keluarga miskin baru lahir karena pengantin sama-sama berasal dari keluarga miskin

WowKeren - DPR menanggapi pernyataan Menko PMK Muhadjir Effendy perihal penyebab munculnya keluarga miskin baru. Ketua Komisi VIII Yandri Susanto menilai jika pernyataan Muhadjir bisa melukai hati masyarakat Indonesia saat ini.

Sebelumnya, Muhadjir menyebut jika keluarga miskin baru lahir karena kedua mempelai pria dan wanita sama-sama berasal dari keluarga miskin. Yandri pun menyayangkan pernyataan Muhadjir.

"Ya jadi, menurut saya, itu sangat disayangkan seorang Menko berbicara seperti itu," kata Yandri, Selasa (4/8). "Teorinya atau kesimpulannya dari mana? Atau sudah ada semacam penelitian secara serius atau belum?"

Yandri menegaskan, kondisi ekonomi orang tua yang miskin tak lantas membuat anak yang mereka lahirkan juga selamanya miskin. Sebab tak sedikit terjadi, sang anak bisa sukses meskipun berasal dari keluarga miskin yang hidupnya di kampung.


"Karena begini, di Indonesia ini banyak orang tuanya miskin, anaknya berhasil, banyak, ya kan," tegas Yandri menjelaskan. "Ada orang dari kampung, yang selama ini terpinggirkan, termajinalkan, tapi, karena dia sungguh-sungguh sebagai anak orang miskin, mungkin bapaknya miskin, ibunya miskin, petani atau apa, banyak yang jadi orang sukses."

Jika memang menurut Muhadjir keluarga miskin baru lahir dari pengantin pria dan wanita yang sama-sama berasal dari keluarga miskin, maka Yandri pun meminta Muhadjir memberikan solusi. "Terus orang miskin mau nikah sama siapa? Pak Menko mau carikan jodohnya?" tegas Yandri.

Sebab sebagai seorang menteri, alih-alih membuat sakit hati masyarakatnya, Muhajdir seharusnya bisa memberikan motivasi agar rakyat bisa bangkit dari keterpurukan. "Jadi, menurut saya, itu (pernyataan Muhadjir soal penyebab munculnya keluarga miskin baru) terlalu menyakitkan hati bagi kaum miskin di Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Komisi VIII dari Fraksi PAN menilai Menko PMK perlu menarik pernyatannya itu. Hal ini mengingat kondisi masyarakat saat ini kian terpuruk.

"Menurut saya, patut dicabut itu kata-kata itu," ujarnya. "Karena sungguh menyakitkan masyarakat yang hari ini memang sungguh luar biasa keterpurukannya, ditambah lagi dengan pernyataan itu.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts