Pegawai Bergaji di Bawah Rp 5 Juta Bakal Dapat Bantuan Pemerintah
Instagram/smindrawati
Nasional
Pro-Kontra Bansos Pekerja Swasta

Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Adapun bantuan gaji untuk karyawan berupah di bawah Rp 5 juta per bulan tersebut diberikan demi mendorng konsumsi rumah tangga.

WowKeren - Para pegawai dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan akan mendapat bantuan dari pemerintah. Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Adapun bantuan gaji tersebut diberikan demi mendorong konsumsi rumah tangga. "Pemerintah sedang mengkaji untuk memberikan bantuan gaji kepada 13 juta pekerja yang memiliki upah di bawah Rp 5 juta," terang Sri Mulyani dalam konferensi pers KSSK pada Rabu (5/8).

Lebih lanjut, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 31,2 triliun. Meski demikian, Sri Mulyani masih belum menjelaskan berapa tambahan gaji yang akan diberikan oleh pemerintah dan kapan pemberian bantuan tersebut akan dimulai.

"Ini diperkirakan akan memakan anggaran Rp 31,2 triliun," kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut. Selain itu, pemerintah juga disebut akan memberikan tambahan bansos hingga Rp 30 triliun untuk 12 juta pelaku UMKM dan ultra mikro.


Kemudian, ada pula tambahan bantuan pembelian beras untuk 10 juta orang dengan anggaran sebesar Rp 4,6 triliun. "Bansos tunai juga ditambahkan Rp 500 ribu dengan anggaran Rp 5 triliun," jelas Sri Mulyani.

Adapun total anggaran belanja tersebut mencapai Rp 203 triliun. Pemerintah pun berharap agar konsumsi masyarakat dapat segera pulih sehingga daya beli bisa terjaga di tengah pandemi corona ini. "Pemerintah juga dorong belanja kementerian dan lembaga secara sektoral agar bisa dorong belanja pemerintah untuk dukung pemulihan ekonom," tutur Sri Mulyani.

Di sisi lain, penyerapan anggaran program pemulihan ekonomi nasional yang masih minim berulang kali menjadi sorotan Presiden Joko Widodo. Di sektor kesehatan, anggaran baru terserap Rp 7,25 triliun dari total Rp Rp 87,5 triliun.

Kemudian program perlindungan sosial baru terealisasi Rp 85,3 triliun dari anggaran Rp 239,1 triliun. Untuk sektoral dan pemda baru terserap Rp 7,4 triliun dari anggaran Rp 106,05 triliun. "Untuk korporasi sebesar Rp 53,57 triliun sampai hari ini belum terealisasi, tapi minggu depan ada beberapa realisasi yang terjadi," pungkas Sri Mulyani.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts