Indonesia 'Panen' 802 Klaster Corona, Terungkap Ada Fakta Mengejutkan Dibaliknya
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membeberkan Indonesia telah memiliki 80 klaster penyebaran virus corona (COVID-19). Terungkap, ini fakta mengejutkan dibaliknya.

WowKeren - Pemerintah Indonesia telah melaporkan lebih dari 125 ribu kasus virus corona (COVID-19) hingga Senin (10/8) siang. Adapun dari jumlah tersebut, ditemukan ratusan klaster penyebaran virus corona di Tanah Air.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan ada 802 klaster di Indonesia yang terkonfirmasi hingga hari ini. Klaster-klaster tersebut berhasil ditemukan setelah Satgas COVID-19 terus melakukan pelacakan.

Adapun klaster terakhir yang dikonfirmasi berasal dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Sulaiman Begadai. Sedangkan untuk klaster terbesar yang menyumbang kasus corona paling banyak di Indonesia sejauh ini berasal dari Sekolah Akademi Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) Bandung, Jawa Barat.

Tracing (pelacakan) kita terhadap klaster-klaster di Indonesia sekarang sudah ada 802 klaster,” ujar Staf Khusus Menteri Kesehatan (Menkes) Mariya Mubarika, seperti dilansir dari Tempo, Senin (10/8). “Yang terakhir ini data 8 Juli di RSUD Sultan Sulaiman Sedang Bedagai ya. Jadi ini yang terbesarnya masih Secapa Polri ya.”


Mariya menjelaskan bagaimana pihaknya melakukan tracing hingga menemukan ratusan klaster tersebut. “Saya enggak hafal semua, jadi kita men-tracing klaster-klaster terbaru setiap harinya menggunakan big data,” ungkap Mariya.

Dibalik jumlah tersebut, rupanya ada fakta mengejutkan seputar penanganan kasus dari klaster-klaster virus corona. Kemenkes menyatakan jika meski kasus COVID-19 melesat tajam, namun rumah sakit sama sekali belum menunjukkan tanda-tanda kewalahan menangani pasien.

Mariya mengklaim pemerintah masih bisa mengendalikan angka kematian akibat COVID-19. Terlebih, jumlah kesediaan tempat tidur di sejumlah rumah sakit Tanah Air masih mencukupi dalam merawat pasien COVID-19.

”Jadi dari isolasi dan ICU, kita masih banyak ya,” terang Mariya. “Walaupun kasus kita meningkat tinggi, tapi yang dirawat di RS tidak tinggi. Kalau kita lihat kasus naik terus kemudian kematian ditekan, ini juga mungkin suatu keberhasilan kita mengendalikan seleksi alam ya.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts