Fase III Dimulai di Indonesia, Sinovac Ungkap Efek Uji Klinis Vaksin Corona Tahap Sebelumnya
Health
Vaksin COVID-19

Kekinian, pihak Sinovac pun mengungkapkan studi hasil uji klinis tahap II mereka yang telah dilakukan di Tiongkok. Disebutkan bahwa hasil studi uji klinis tahap II hanya mencakup kekebalan berbasis antibodi.

WowKeren - Uji klinis tahap III calon vaksin corona buatan perusahaan farmasi Tiongkok, Sinovac Biotech Ltd., di Indonesia telah dimulai sejak Selasa (11/8) kemarin. Dalam uji klinis tahap III ini, sebanyak 1.260 relawan di Bandung, Jawa Barat, akan menerima vaksin corona sebanyak dua dosis dalam selang waktu 14 hari.

Kekinian, pihak Sinovac pun mengungkapkan studi hasil uji klinis tahap II mereka yang dilakukan di Tiongkok. Menurut Sinovac, tingkat demam pada relawan relatif lebih rendah daripada kandidat vaksin corona lainnya, termasuk yang sedang dikembangkan perusahaan Inggris, AstraZeneca.

Namun tidak disebutkan secara pasti berapa derajat demam yang dialami para relawan uji klinis tahap II tersebut. Adapun uji klinis tahap II vaksin corona Sinovac tersebut melibatkan 600 orang relawan di Tiongkok.

Berdasarkan studi yang dirilis pada Senin (10/8), proses pembuatan vaksin yang digunakan dalam klinis tahap II lebih dioptimalkan dibanding vaksin yang digunakan dalam tahap I. Hal ini menghasilkan lebih banyak imunogen dan memicu respons imun (kekebalan) yang lebih baik.


"Vaksin yang digunakan dalam uji coba tahap akhir akan dibuat menggunakan proses yang dioptimalkan," terang juru bicara Sinovac dilansir Reuters pada Rabu (12/8). Disebutkan bahwa hasil studi uji klinis tahap II hanya mencakup kekebalan berbasis antibodi.

Selain itu, kandidat juga sedang dievaluasi untuk komponen penting lain dari sistem kekebalan. Pihak Sinovac sendiri menguji tahap terakhir di luar negeri karena Tiongkok tidak dapat dijadikan tempat uji coba tahap akhir mengingat angka kasus infeksi COVID-19 baru di sana sudah rendah.

Di sisi lain, Koordinator Uji Klinis Vaksin Sinovac, Prof. Kusnandi Rusmil, memastikan bahwa vaksin corona yang diberi nama CoronaVac tersebut tidak memiliki efek samping yang parah. Menurut Kusnandi, efek samping yang mungkin dirasakan relawan uji klinis ini adalah rasa nyeri dan panas layaknya orang yang habis disuntik. Namun, efek samping tersebut akan hilang dalam waktu yang tidak lama.

"Kalau disuntik sakit itu kan biasa. Kurang lebih 20 persen ada panas dan sebagainya, tapi vaksin ini aman," jelas Kurnandi dilansir Kumparan. "Paling yang sampai dua hari cuma beberapa orang. Ya biasalah kayak kita disuntik itu, nyeri gitu kan. Enggak lama ilang begitu."

Sebagai asuransi, tutur Kusnandi, para relawan akan mendapat asuransi selama menjalani uji klinis. "(Asuransinya) apa pun. Untuk pengobatan kalau sakit atau apa, transportasi kalau dia perlu pengobatan di mana," pungkas Kusnandi.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts