Garuda Tanggapi Ribut Putra Amien Rais dengan Pimpinan KPK Buntut Pakai HP di Pesawat
Nasional

Adu mulut dipicu oleh adanya salah satu penumpang di kelas bisnis yang kedapatan menggunakan ponsel saat pesawat tengah boarding dan tengah melakukan pengisian bahan bakar

WowKeren - Cekcok yang melibatkan putra Amien Rais, Mumtaz Rais, dengan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pamolango cukup menuai sorotan. Cekcok itu terjadi di dalam kabin pesawat hingga membuat pihak Garuda Indonesia buka suara mengenai hal ini.

Direktur Utama Maskapai Garuda Indonesia Irfan menjelaskan kronologi keributan. Adu mulut dipicu oleh adanya salah satu penumpang di kelas bisnis yang kedapatan menggunakan ponsel saat pesawat tengah boarding dan tengah melakukan pengisian bahan bakar.

Awak kabin yang mengutamakan keselamatan penerbangan, menegur Mumtaz untuk turut mematuhi aturan keselamatan penerbangan. Teguran itu bahkan dilayangkan hingga tiga kali.

Namun sayang, teguran itu tak diindahkan sedikitpun oleh Mumtaz. Alih-alih patuh, Mumtaz justru balik menegur awak kabin. Alhasil, Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolango yang duduk di kelas kabin yang sama turut menegur Mumtaz.

Irfan menyebut jika kejadian itu saat ini tengah diserahkan ke pihak berwajib. Garuda, dikatakannya, akan menghormati proses hukum yang berjalan.


"Garuda Indonesia juga akan menghormati proses hukum yang berjalan," lanjut Irfan. "Termasuk secara kooperatif akan memberikan informasi lebih lanjut bilamana dibutuhkan."

Terkait awak kabin yang mendapatkan perlakuan tidak baik tersebut, Garuda akan memberikan dukungan. "Kami juga turut menyampaikan apresiasi kepada penumpang yang senantiasa mendukung penegakan aturan keselamatan penerbangan," sambungnya.

Lebih jauh, Garuda menyebut jika penerapan safety dalam penerbangan dapat berjalan maksimal dengan dukungan semua pihak. Termasuk penumpang yang harus mematuhi aturan keselamatan penerbangan.

"Kami meyakini komitmen penerapan safety pada operasional penerbangan dapat berjalan dengan optimal dengan dukungan," lanjut Irfan. "Dan peran serta seluruh penumpang dalam mematuhi aturan keselamatan penerbangan yang berlaku."

Sementara itu, Partai Amanat nasional (PAN) menyampaikan protes terkait respons Irfan. Wasekjen PAN Irvan Herman menganggap Irfan Setiaputra memperkeruh masalah. "Dirut Garuda seharusnya ikut menjaga kenyamanan penumpang, bukan malah ikut memperkeruh suasana," kata Irvan, Jumat (14/8).

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts