Kabar Baik, Obat Corona Buatan Unair dan BIN Siap Diproduksi Massal September
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Rektor Unair, Moh Nasih, menargetkan obat ini bisa diproduksi massal pada bulan September 2020, menyesuaikan izin dari BPOM. Namun yang pasti hasil uji klinisnya dilaporkan baik.

WowKeren - Indonesia tak hanya berpacu dengan waktu untuk mengembangkan vaksin COVID-19. Beberapa instansi kini juga sedang mengembangkan obat untuk menyembuhkan pasien COVID-19, termasuk Universitas Airlangga yang bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN).

Dan kini sebuah kabar baik terdengar dari pengembangan obat tersebut. Sebab Rektor Unair, Profesor Mohammad Nasih, menyatakan bahwa uji klinis fase III terhadap obat itu sudah selesai.

Saat ini obat tersebut sedang menunggu izin produksi dan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Apabila tidak ada kendala, maka obat ini sedianya siap diproduksi massal pada September 2020 mendatang.

Lebih lanjut dijelaskan Nasih, uji klinis ini sudah dilakukan terhadap 700 dari seribu pasien target pengujian. Seluruh proses uji klinis, imbuh Nasih, sudah sesuai dengan persyaratan dari BPOM.


Terkait dengan hasilnya, Nasih menyebut semua berada dalam kondisi cukup baik. Hasil uji klinis ini selanjutnya akan diserahkan kepada pihak sponsor. Kondisi ini membuat Unair optimis izin produksi dan izin edar obat dari BPOM akan cepat selesai mengingat saat ini situasinya berbeda, yakni tengah dalam pandemi COVID-19.

Sebagai pengingat, beberapa waktu lalu Unair membeberkan lima kombinasi obat-obatan yang diklaim efektif menangani pasien positif terinfeksi virus Corona. Kombinasi tersebut antara lain lopinavir-ritonavir-azithromycin, lopinavir-ritonavir-doksisiklin, dan lopinavir-ritonavir-klaritromisin.

Dua kombinasi lainnya tidak melibatkan lopinavir dan ritonavir yang biasa digunakan untuk pasien HIV, namun menggunakan hydroxychloroquine yang merupakan obat anti-malaria, radang sendi dan lupus. Yaitu kombinasi hydroxychloroquine-azithromycin dan kombinasi hydroxychloroquine-doksisiklin.

Untuk pengujiannya sendiri dilakukan di sejumlah rumah sakit di beberapa kota. "Sekarang sedang diuji di sejumlah rumah sakit di Lamongan, Kediri, RS Unair (Surabaya) serta RSPAD (Jakarta)," tutur Nasih pada 15 Juli 2020 bulan lalu.

Selain mengembangkan obat, universitas yang berada di Surabaya itu juga menyiapkan uji klinis untuk vaksin Corona. Selain itu, Unair juga mencoba mengembangkan vaksin Corona dengan basis pendekatan oral atau tetes selayaknya vaksin polio.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts