Minta PNS Jangan Terlalu Manja, Sri Mulyani Malah Bagi-Bagi Uang Pulsa Rp 200 Ribu Mulai 2021
Nasional

Awalnya rencana pemberian uang pulsa Rp 200 ribu per bulan ini hanya ditujukan bagi pegawai di lingkup Kemenkeu. Namun kekinian telah dikoreksi dan diberikan kepada seluruh PNS.

WowKeren - Pemerintah terus mendorong agar pegawai negeri sipil (PNS) terus bereformasi ke arah kinerja yang lebih baik, bahkan ketika pandemi COVID-19 seperti saat ini. Termasuk di antaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang meminta agar PNS tidak terlalu manja.

"Memang kalau bekerja itu tidak seharusnya mengambil uang Anda, tapi jangan terlalu manja-lah, kasihan republik ini," ujar Sri Mulyani dalam Town Hall Meeting, dikutip dari DDTC pada Senin (24/8). "Kalau Anda sedikit-sedikit minta fasilitas lama-lama republik ini bangkrut, apalagi kalau bayar pajaknya minimal."

Namun menariknya pemerintah malah tengah mempersiapkan program baru, yakni memberikan uang pulsa senilai Rp 200 ribu sebulan kepada PNS. Sedianya kebijakan ini siap diaplikasikan sepenuhnya mulai 2021 mendatang.

Sebelumnya informasi soal uang pulsa ini sudah sempat beredar namun khusus untuk pegawai Kemenkeu. Namun kekinian kebijakannya diubah sehingga seluruh PNS akan mendapatkan fasilitas serupa.

Hal ini turut dikonfirmasi pula oleh Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu, Askolani. "Ya, berlaku untuk semua Kementerian/Lembaga," kata Askolani, Minggu (23/8).


Menurut Askolani, selama ini Kemenkeu telah menganggarkan uang pulsa senilai Rp 150 ribu untuk tahun 2021 yang diambilkan dari dana sarana dan prasarana IT. Namun kondisi yang kian terhimpit krisis wabah COVID-19 menyebabkan dilakukan penyesuaian.

"Sekarang sudah berlaku Rp 150 ribu," terang Askolani, dilansir dari Liputan 6. "Dan akan di-update jadi Rp 200 ribu."

Sebelumnya memang ada pegawai Kemenkeu yang mengeluhkan perihal lonjakan uang pulsa bulanan selama work from home. Sebab koordinasi tetap harus dilakukan, begitu pula deretan rapat-rapat virtual yang mesti dihadiri, dan biasanya menggunakan aplikasi seperti Zoom yang sangat menghabiskan kuota.

Keluhan itu disampaikan langsung oleh sang pegawai kepada "nahkoda" Kemenkeu, Sri Mulyani. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu pun meminta kepada para pejabat terkait untuk mempertimbangkan opsi memberikan pulsa internet bagi para pegawai di lingkup Kemenkeu.

Namun rupanya belakangan wacana itu akan diimplementasikan menyeluruh kepada seluruh PNS. Hanya saja belum ada kejelasan bagaimana skema penyalurannya serta langkah-langkah mengaksesnya.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait