Humas IDI Halik Malik mengungkapkan bahwa pandemi corona membuat banyak dokter yang bekerja melebihi jam kerja idealnya. Menurut Halik, wajarnya dokter bekerja selama enam hingga delapan jam per hari.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 02 September 2020 - 14:25 WIB
WowKeren - Sebanyak 100 orang dokter di Indonesia telah menjadi korban jiwa pandemi virus corona (COVID-19) per Minggu (30/8). Salah satu faktor yang dinilai berpengaruh dalam tingginya jumlah tenaga kesehatan yang meninggal akibat COVID-19 adalah jam kerja.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) lantas mengusulkan pemerintah untuk membuat regulasi baru terkait jam kerja. IDI mengusulkan agar jam kerja dokter dikurangi menjadi enam jam per hari di masa pandemi corona.
"Kami usulkan minimal ada empat besar usulan," terang Ketua Umum Pengurus Besar IDI Daeng Mohammad Faqih dilansir CNN Indonesia pada Rabu (2/9). "Salah satunya, mohon seluruh RS menjadwalkan jam kerja dokter. Kami usulkan 6 jam sehari, supaya tidak capek dan tidak terpapar lama dengan pasien."
Lalu usulan yang kedua adalah pemerintah diminta untuk memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD) terpenuhi dengan baik. Menurut Daeng, APD adalah bahan habis pakai yang telah menjadi kebutuhan primer nakes saat ini.
"Masih ada kekurangan yang kita dengar dari kawan di lapangan," ungkap Daeng. "Masker N95 kadang masih mencari sendiri."
Kemudian usulan yang ketiga adalah IDI meminta regulasi yang mengatur dokter yang memiliki komorbid atau berusia 60 tahun ke atas untuk sebaiknya tak praktik terlebih dahulu. Jika memang terpaksa harus membuka praktik, maka harus dibatasi, baik dalam jam maupun protokol kesehatannya.
Setelah itu, usulan keempat adalah pemerintah bisa memfasilitasi pemeriksaan kesehatan rutin kepada seluruh nakes di Indonesia. "Karena kalau diperiksa rutin maka petugas kesehatan bisa terpantau keadaannya," jelas Daeng.
Di sisi lain, Humas IDI Halik Malik mengungkapkan bahwa pandemi corona membuat banyak dokter yang bekerja melebihi jam kerja idealnya. Menurut Halik, wajarnya dokter bekerja selama enam hingga delapan jam per hari.
"Masih banyak dokter yang bekerja overtime," pungkas Halik. "Kalau mengacu pada UU tenaga kerja kan idealnya kan bekerja 40 jam seminggu."
(wk/Bert)