Sempat Ditunda Usai Relawan Kena Penyakit Aneh, Uji Coba Vaksin AstraZeneca Kembali Dilanjutkan
Dunia
Vaksin COVID-19

Penghentian itu dilakukan pada Rabu (9/9) pekan lalu. AstraZeneca merupakan satu dari sembilan kandidat vaksin corona di seluruh dunia yang saat ini dalam uji coba tahap 3.

WowKeren - Uji coba vaksin COVID-19 buatan Universitas Oxford bersama AstraZeneca ditunda pekan lalu usai seorang peserta mengalami gejala neurologis yang serius. Kondisi ini adalah yang diketahui pertama terjadi dimana vaksin itu merupakan kandidat yang dianggap sangat menjanjikan.

Namun uji coba tersebut kini telah dilanjutkan kembali. AstraZeneca pada Sabtu (12/9) mengatakan pihaknya telah melanjutkan uji coba fase tiga namun hanya di Inggris saja. Langkah ini mereka lakukan usai menerima konfirmasi dari Otoritas Pengaturan Kesehatan Obat Inggris bahwa uji coba aman untuk dilanjutkan.

"Uji klinis untuk vaksin virus korona AstraZeneca Oxford, AZD1222, telah dilanjutkan di Inggris," kata AstraZeneca dalam pernyataan resmi, seperti dikutip AFP, Senin (14/9). "Menyusul konfirmasi dari Medicines Health Regulatory Authority (MHRA) bahwa itu aman untuk dilakukan."

Penghentian itu dilakukan pada Rabu (9/9) pekan lalu. AstraZeneca sendiri merupakan satu dari sembilan kandidat vaksin corona di seluruh dunia yang saat ini dalam uji coba tahap 3 pada manusia.


Menghentikan uji klinis yang tengah berlangsung memang bisa dianggap sebagai langkah yang mengejutkan, terutama di tengah kondisi pandemi seperti sekarang ini. Namun itulah kegunaan uji klinis dalam skala besar dilakukan.

Dalam uji klinis, para peneliti dengan hati-hati memantau pasien untuk segala jenis reaksi buruk terhadap obat atau pengobatan. Jika terjadi kesalahan, mereka dapat menjeda, menyelidiki, dan melanjutkan setelah aman untuk melakukannya. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh kepala National Institutes of Health Francis Collins.

"Anda mengambil kelompok 30.000 orang, dan mengawasi mereka selama dua atau tiga bulan, kemungkinan seseorang akan menderita penyakit yang tidak terduga," kata dia kepada NBC. "Dan sampai Anda yakin bahwa itu tidak terkait dengan uji coba, dan Anda harus menahannya secara klinis."

Seperti diketahui, seorang relawan berjenis kelamin wanita melaporkan mengalami peradangan syaraf pada sumsum tulang belakang. Wanita tersebut telah dirawat di rumah sakit dengan gejala neurologis serius.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts