Relawan Vaksin COVID-19 Sinovac Ungkap Perasaan Usai Jalani Suntikan Kedua
Nasional
Vaksin COVID-19

Seorang relawan bernama Fadly Barjadi Kusuma (32) mengungkapkan perasaannya setelah mendapatkan suntikan kedua dalam uji klinis fase III vaksin COVID-19 buatan Sinovac Biotech Tiongkok.

WowKeren - Sejumlah relawan uji klinis vaksin COVID-19 buatan Sinovac Biotech Tiongkok telah menjalani suntikan kedua. Para relawan pun mengaku merasa lebih tenang setelah mendapatkan suntikan kedua vaksin tersebut.

Seperti salah seorang relawan bernama Fadly Barjadi Kusuma (32) yang telah lengkap dua kali mendapatkan penyuntikan mengaku aktivitasnya tetap berlangsung normal selama menjalani tahapan uji klinis. "Kalau buat aktivitas enggak ada yang mengganggu banget. Bahkan saya pribadi lebih tenang karena sudah ada vaksin," ujarnya dilansir CNNIndonesia, Senin (14/9).

Fadly mengaku dirinya merasa penyuntikan kedua membantu menambah rasa percaya dirinya dalam menjalani aktivitas. Meski begitu, pria yang bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol) ini tetap mewaspadai kemungkinan penularan virus corona yang kemungkinan masih terjadi mengingat pandemi belum ada tanda-tanda berakhir. "Walaupun enggak menutup kemungkinan saya terpapar tapi setidaknya mengurangi kekhawatiran di pikiran bakal terpapar," katanya.

Setelah mendapatkan suntikan kedua, Fadly mengaku tidak merasa ada gejala demam tinggi maupun lemas. "Penyuntikan kedua (badan) agak rewel. Dari area penyuntikannya kan dua kali, saya merasa pegal," ungkapnya.

"Terus, kalau digerakin agak sakit tapi enggak terlalu mengganggu dan langsung hilang enggak beberapa lama," lanjutnya. "Sama pusing sih saya mah dua hari setelah disuntik."


Keluhan pusing itu langsung Fadly konsultasikan kepada tim peneliti. Ia pun meminum obat penghilang rasa pusing yang sudah atas persetujuan tim.

"Saya sudah minum obat warung dan sudah memberitahu mereka dan sudah di-acc. Alhamdulillah, sampai sekarang saya sehat dan sampai sekarang enggak ada trouble apa-apa lagi," jelasnya.

Fadly mengaku selalu berkomunikasi dengan tim peneliti jika mengalami sesuatu yang mengganggu. Sejauh ini ia merasa normal dan tidak memiliki keluhan apapun. "Selain sakit kepala itu enggak ada. Kalau misalnya ada yang berat baru konsultasi, tapi sejauh ini memang enggak ada," tandasnya.

Perlu diketahui, dalam uji klinis tersebut, terdapat dua kelompok yang mendapat penyuntikan acak. Sebagian relawan yang mendapat suntikan plasebo berupa cairan garam, sementara sebagian lain mendapat vaksin yang tengah diuji.

Uji klinis ini dilakukan dengan prinsip observer blind atau tersamar. Sehingga relawan tidak tahu apakah mereka mendapat suntikan plasebo atau vaksin corona Tiongkok yang tengah diuji.

Bagi mereka yang mendapat suntikan vaksin, diharapkan terbentuk kekebalan paling cepat dua minggu pasca suntikan kedua. Untuk itu, para relawan tetap dihimbau wajib menerapkan protokol pencegahan yang sudah dianjurkan pemerintah.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts