Tolak Lockdown dan Pakai Masker, Bagaimana Cara Swedia Kendalikan Wabah COVID-19?
AFP
Dunia
Pandemi Virus Corona

Swedia sempat dinilai hendak menerapkan herd immunity dalam mengendalikan wabah COVID-19. Pasalnya negara itu menolak lockdown juga tidak mewajibkan pakai masker.

WowKeren - Beberapa negara mengembangkan julukan tersendiri merujuk pada cara mereka mengendalikan pandemi COVID-19. Seperti Swedia yang sampai dijuluki sebagai "negara tersantai" dalam menghadapi wabah COVID-19 lantaran minimnya kebijakan-kebijakan strategis yang diambil.

Sebagai gambaran, Swedia tak pernah sekalipun menerapkan lockdown di negaranya. Pemerintah setempat pun mendorong warganya untuk tetap beraktivitas normal dan membuka seluruh kegiatan perekonomian kendati kurva kasus sedang berada di puncaknya.

Ahli Epidemiologi top di negara Nordik itu termasuk golongan yang tak menilai pemakaian masker sebagai langkah efektif mencegah penularan virus Corona. Ia juga menganggap penerapan lockdown tak akan menurunkan tingkat kematian akibat COVID-19 dan malah memperburuk situasi ekonomi.

Lantas dengan sikap yang luar biasa santai, sekaligus nekat itu, bagaimana bisa Swedia mengendalikan wabah COVID-19? Bahkan saat ini tingkat infeksinya saat ini jauh lebih rendah ketimbang Inggris, Spanyol, Prancis, dan Italia yang menerapkan lockdown ketat serta berbagai kebijakan protokol kesehatan.


Rupanya hal ini tak lepas dari sikap disiplin para warganya terhadap dua hal mendasar. Yakni rajinnya mereka mencuci tangan serta melakukan social distancing alias jaga jarak aman di tengah berbagai aktivitas normal yang dilakukan.

"Alasan di balik penularan yang relatif rendah sekarang sebagian besar karena banyak warga Stockholm mengikuti anjuran," ujar Kepala Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Stockholm Per Follin, dilansir pada Senin (14/9). "(Seperti) untuk tetap di rumah saat sakit, mencuci tangan, dan menjaga jarak."

Selain itu, masyarakat Swedia memiliki tingkat kepercayaan yang begitu tinggi kepada pihak berwenang sehingga sukarela dan ikhlas menerapkan semua kebijakan yang dianjurkan. Termasuk ketika diimbau untuk beraktivitas normal di tengah berbagai anggapan bahwa Swedia hendak menerapkan herd immunity.

Strategi ini pun mendapatkan pujian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai model berkelanjutan untuk mengatasi virus. Para petinggi Swedia pun mengatakan, akan menerapkan pembatasan lunak lebih lama.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts