LIPI Bicara Kemungkinan RI Bisa Bebas COVID-19 Tanpa Vaksin, Seperti Apa?
Nasional
Vaksin COVID-19

Kepala Laboratorium Rekayasa Genetika Terapan dan Protein Desain LIPI, Wien Kusharyoto menilai Indonesia bisa belajar cara tersebut dari Thailand dan Taiwan.

WowKeren - Vaksin COVID-19 menjadi komoditas yang paling dinanti-nanti oleh seluruh penduduk dunia di tengah ancaman pandemi yang mematikan. Kendati demikian, publik harus bersabar menunggu mengingat proses pengembangan vaksin juga memakan waktu.

Dengan hadirnya vaksin diharapkan bisa mengurangi risiko penularan virus corona. Kendati demikian, masih ada cara lain bagi suatu negara untuk bisa terbebas dari belenggu COVID-19.

Kepala Laboratorium Rekayasa Genetika Terapan dan Protein Desain LIPI, Wien Kusharyoto berbicara mengenai kemungkinan Indonesia yang bisa bebas COVID-19 tanpa sepenuhnya bergantung pada vaksin. RI bisa belajar cara ini dari Taiwan dan Thailand yang sudah menerapkannya lebih dulu.

"Sebetulnya kita bisa lihat kondisi Taiwan atau Thailand yang berhasil dalam menekan kasus infeksi untuk tetap sangat rendah," kata Wien dilansir CNN Indonesia, Selasa (15/9). "Penerapan protokol kesehatan yang ketat."


Dijelaskan Wien, Taiwan dan Thailand amat ketat alam menerapkan protokol kesehatan untuk warganya terutama menjaga jarak, mencuci tangan dan menggunakan masker. Selain itu pemerintah di sana juga amat ketat dalam memerintahkan warganya untuk menghindari kerumunan. Ditambah lagi, kedua negara tersebut juga gencar melakukan upaya 3T untuk menekan kasus.

Wien memprediksi jika manusia harus hidup berdampingan dengan virus ini lebih lama lagi sebelum akhirnya vaksin benar-benar bisa diproduksi secara massal. Bahkan ketika vaksin sudah ditemukan pun belum ada jaminan seratus persen pandemi akan hilang.

"Meskipun belum dapat menjamin," lanjut Wien. "Bahwa vaksin tersebut dapat mencegah infeksi dan kemudian mencegah penularan virus."

Sementara itu kasus COVID-19 di Indonesia tak kunjung mengalami perbaikan. Alih-alih menurun kasus positif justru masih bertambah setiap harinya.

Terkait penanganan COVID-19 di Indonesia, ahli epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) Iwan Ariawan mengungkap faktor penting. Pada dasarnya, perkembangan kasus corona mengikuti pergerakan dan kerumunan orang. Sehingga semakin masif pergerakan orang dan banyak kerumunan maka akan menjadi lahan penularan yang subur bagi virus ini.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts