Viral Senior Bentak Maba Karena Ikat Pinggang Saat Ospek Online, Ini Penjelasan Unesa
Nasional

Video yang memperlihatkan senior membentak dan memahari mahasiswa baru karena tak menggunakan ikat pinggan tengah viral di medsos. Pihak kampus pun buka suarat terkait hal ini.

WowKeren - Sebuah video yang menampilkan ospek mahasiswa baru di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) secara daring tengah viral di media sosial. Dalam video berdurasi 30 detik itu memperlihatkan mahasiswi baru (maba) dibentak-bentak oleh senior mereka karena tidak memakai ikat pinggang (sabuk).

Video bertajuk Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) di Unesa tahun 2020 tersebut diunggah oleh akun Twitter @skipberat. Dalam unggahannya, si pemilik akun membuat utas bertuliskan "Sori banget nih ya menurut gue udahin ajalah tensi2 ospek kyk begini apalagi ospek nya juga virtual. emg dengan mental marah2 lo pada ini bakal bentuk karakter org jd lebih baik? kyk koneksi bagus terus aja, klo udh marah2 terus delay maba jg ketawa liat lo. catet nih panitia."

Dalam video tersebut, terlihat para mahasiswa senior Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) mengospek mahasiswi baru bertanya di mana ikat pinggang yang dipakai oleh mahasiswi baru. Namun, karena tidak memakai ikat pinggang, mahasiswi baru itu dimarahi dan dibentak-bentak oleh dua seniornya, satu perempuan serta satu laki-laki.

Source: Twitter

"Sabuk, ikat pinggangmu mana? Ikat pinggang diperlihatkan," ujar mahasiswa senior laki-laki kepada mahasiswi baru tersebut. "Gak ada kak," ucap mahasiswi baru itu.

"Gak ada (dengan nada marah)," kata mahasiswi senior perempuan kepada mahasiswi baru. "Kamu tau tata tertib gak?," kata mahasiswa senior laki-laki sambil membentak kepada mahasiswi baru itu.


"Gak dibaca tata tertibnya?," kata mahasiswi senior sambil membentak ke mahasiswi baru itu. "Maaf kak," kata mahasiswi baru. Yang langsung dijawab oleh mahasiswa senior "Maaf maaf (sambil membentak)," sahut sang senior dengan galak.

Menanggapi viralnya video tersebut, pihak kampus pun menyayangkan hal ini. Unesa pun akan mengevaluasi kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) secara daring tersebut.

"Kami menyayangkan kejadian tersebut, namun juga mengakui adanya kesalahan dalam koordinasi pelaksanaan PKKMB pada salah satu fakultas di Unesa," kata Rektor Unesa Nurhasan dalam keterangan tertulisnya dilansir detikcom, Selasa (15/9).

Untuk langkah penanganan sendiri, saat ini pihak kampus bersama pimpinan kemahasiswaan dari fakultas telah memberikan evaluasi sekaligus bimbingan kepada mahasiswa yang bersangkutan. Serta seluruh masalah yang ada akan diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

"Unesa mendukung pelaksanaan PKKMB guna menambah wawasan terkait dunia kampus untuk mahasiswa baru agar cepat beradaptasi dalam menyukseskan pembelajaran di lingkup pendidikan tinggi tanpa adanya aksi kekerasan dalam bentuk apapun," jelasnya. "Sehingga, diharapkan dapat tercipta lingkungan institusi pendidikan yang kondusif dan aman demi terciptanya lulusan berkualitas."

Unesa pun menjadikan kejadian ini sebagai catatan evaluasi penting. Diharapkan pula menjadi masukan untuk perbaikan dalam pengelolaan kegiatan kemahasiswaan ke depannya. Pihaknya juga berterima kasih atas kritik dan saran.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts