Kemenkes Teken MoU dengan UNICEF, RI Bisa Dapat Akses Khusus Vaksin COVID-19
Nasional
Vaksin COVID-19

Kerja sama ini dinilai akan sangat menguntungkan bagi Indonesia. Pasalnya, UNICEF memiliki akses langsung ke organisasi terkait penyediaan vaksin seperti GAVI, CEPI, dan WHO

WowKeren - Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah menandatangani MoU dengan Dana Anak-anak PBB alias UNICEF terkait akses vaksin corona. Perwakilan UNICEF Debora Comini mengatakan berharap dengan adanya kesepakatan ini Indonesia bisa mendapatkan akses istimewa.

"Yang baru saja ditandatangani hari ini membuka jalan bagi Indonesia," kata Debora dalam sambutannya yang disiarkan di Youtube Kemenkes, Rabu (16/9). "Untuk mengakses fasilitas global yang sangat istimewa (vaksin corona)."

Kerja sama ini dinilai akan sangat menguntungkan bagi Indonesia. Pasalnya, UNICEF memiliki akses langsung ke organisasi terkait penyediaan vaksin seperti GAVI, CEPI, dan WHO.

Seperti diketahui, vaksin tengah menjadi komoditas yang ditunggu-tunggu saat ini. Namun tentu saja akses untuk mendapatkan vaksin tersebut belum tentu mudah.


"Setelah vaksin ini tersedia. Semua negara peserta akan memiliki akses khusus dengan harga terjangkau," lanjut Debora. "Indonesia Ini akan menjadi bagian dari inisiatif yang sangat penting ini."

Sampai saat ini negara-negara masih berlomba untuk menciptakan vaksin COVID-19. Beberapa di antaranya bahkan sudah masuk ke uji klinis tahap manusia. Kendati demikian, belum ada ketentuan mengenai berapa harga vaksin ini.

MoU itu juga memberikan manfaat lain bagi Indonesia. Jika nantinya produsen vaksin di Indonesia membuat produk, maka UNICEF akan membantu pemasarannya. "Jadi ini adalah formalisasi penting lainnya yang dilakukan hari ini," tutur dia.

Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto yang juga hadir dalam kesempatan itu juga ikut memberikan tanggapan, Menurutnya, vaksin seharusnya tersedia bagi semua orang di seluruh dunia.

"Ini satu-satunya inisiatif global yang bekerja sama dengan pemerintah dan produsen untuk memastikan vaksin COVID-19 tersedia di seluruh dunia," tutur Terawan. "Baik untuk negara berpenghasilan tinggi maupun rendah."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts