Gunakan Bahasa Indonesia, Jokowi Sampaikan Pidato Perdana di Sidang Umum PBB
Nasional

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato untuk pertama kalinya di Sidang Majelis Umum ke-75 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggunakan bahasa Indonesia.

WowKeren - Presiden Joko Widodo alias Jokowi menyampaikan pidato perdananya di Sidang Majelis Umum (SMU) ke-75 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam pidatonya tersebut Jokowi justru menggunakan bahasa Indonesia.

Pidato perdana Jokowi di Sidang Umum PBB itu disiarkan melalui rekaman video di akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (23/9). Meski menggunakan bahasa Indonesia, tak jarang Jokowi juga menggunakan bahasa Inggris di sela-selanya.

Dalam pidatonya, Jokowi menyinggung soal perdamaian dunia. Jokowi mengatakan perang tidak akan menguntungkan siapapun.

Jokowi menilai perdamaian dunia saat ini belum terwujud. Jokowi menyoroti konflik yang masih terjadi di berbagai belahan di dunia.

"Di usia PBB yang ke -75 ini kita patut bertanya, apakah dunia yang kita impikan itu sudah tercapai?" ujar Jokowi. "Saya kira jawaban kita sama, belum. Konflik masih terjadi di berbagai belahan dunia."


"Kemiskinan dan bahkan kelaparan masih terus dirasakan. Prinsip-prinsip Piagam PBB dan hukum internasional kerap tidak diindahkan, termasuk pernghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah. Kita semua prihatin melihat situasi ini," lanjutnya.

Pidato tersebut merupakan yang pertama sejak menjabat sebagai Presiden RI. Sebelumnya, pada periode 2014-2019, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menyampaikan pidato untuk mewakili Indonesia di forum internasional tersebut.

Tak hanya itu, Presiden Jokowi akan berpidato dalam sesi Debat Umum, yakni sesi penyampaian pandangan para pemimpin negara di dunia. Sesi pidato tersebut termasuk ke dalam rangkaian pertemuan pejabat tinggi dunia di PBB yang digelar pada tanggal 21 September hingga 2 Oktober 2020 secara virtual akibat situasi pandemi COVID-19.

Pelaksanaan Sidang Majelis Umum PBB tahun ini digelar secara langsung dan virtual. Dimana terdapat pembatasan jumlah delegasi yang diizinkan hadir secara fisik, sementara pejabat tinggi akan menyampaikan pidato yang telah direkam sebelumnya (pre-recorded message).

Selain Presiden Jokowi, sejumlah menteri pun akan ikut menyampaikan pidato secara virtual, antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmavati.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts