Ini Bukti Pariwisata RI Terpukul Paling Keras Oleh Pandemi Corona
Nasional
Efek Corona untuk Pariwisata

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC- PEN) pada Jumat (25/6).

WowKeren - Pariwisata Indonesia menjadi salah satu sektor yang paling terpengaruh oleh adanya pandemi virus corona (COVID-19) tahun ini. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, lantas mengungkapkan sejumlah bukti terkait dampak pandemi ke sektor pariwisata RI.

"Ini menujukkan bahwa sektor pariwisata terpukul paling berat. Dan untuk itu, kita perlu mendorong program sektor pariwisata," tutur Airlangga dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC- PEN) pada Jumat (25/6). Salah satu contoh yang disampaikan Airlangga adalah pariwisata di Bintan, Kepulauan Riau. Dalam kondisi normal jumlah turis di Bintan bisa mencapai 3 juta, namun kini nyaris tidak ada yang datang.

"Bintan yang biasanya mendapatkan turis 3 juta, hari ini hampir turisnya 0," jelas Airlangga. "Kemudian sektor pariwisata yang biasanya USD 15 miliar satu tahun menghemat devisa, pemasukan devisa. Kali ini baik Bali maupun Bintan pendapatannya turun, sehingga pendapatannya turun 90 persen."

Lebih lanjut, Airlangga selaku Ketua Komite PC-PEN menyatakan bahwa pemerintah akan terus mendorong pemulihan sektor- sektor yang terdampak. Khusus untuk pariwisata, Airlangga menyebut akan mendorong belanja pemerintah di sektor tersebut dengan cara mengadakan rapat- rapat di lokasi destinasi.


"Salah satunya, optimalisasi belanja pemerintah di sektor pariwisata dengan membuat event seperti Rakorpim hari ini," ungkap Ketua Umum Partai Golkar tersebut. "Yang kita lakukan untuk mendorong dimulainya kegiatan wisata dan MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) di lokasi destinasi wisata."

Adapun Rakorpim PC-PEN tersebut juga dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio. Menurut Airlangga, Wishnutama akan meluncurkan protokol kesehatan untuk pariwisata sehingga tetap bisa beroperasi sesuai dengan standar COVID- 19.

"Jadi ke depan tentu kita berharap nanti besok Pak Menpar akan me-launching protokol untuk pariwisata," jelas Airlangga. "Jadi hotel-hotel yang bisa beroperasi dengan standar COVID ada semacam sertifikasi."

Selain itu, Airlangga juga sempat menyinggung akan ada pelayanan imunisasi massal dari Kementerian Kesehatan. "Sektor ini perlu terus didorong dan pemerintah berkomitmen untuk mendorong sektor-sektor yang terkontraksi dan tentunya didorong dengan adanya roadmap ataupun master pelayanan daripada imunisasi massal nanti yang disiapkan oleh Menteri Kesehatan," pungkas Airlangga.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts