Curhat Nadiem Khawatir Anak-Anak Kesepian, Beri Tips Ini Bagi Orangtua Selama Pandemi
Reuters/Willy Kurniawan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Mendikbud Nadiem Makarim curhat ungkap kekhawatirannya terkait nasib anak-anak yang tidak bersekolah dan di rumah selama pandemi, beri tips ini bagi orangtua.

WowKeren - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim baru saja mengungkapkan perasaannya terkait nasib anak-anak selama pandemi virus corona. Sebagai orangtua, ia mengaku cemas dengan kondisi anak-anak yang harus terus di rumah agar tetap aman dari penularan virus corona.

”Sebagai orang tua dari tiga anak usia dini, setiap hari saya selalu merasa cemas,” ujar Nadiem saat menjadi pembicara di webinar 'Parenting Akbar, Menjaga Kesehatan Mental Anak di Masa Pandemi' yang digelar Indonesia Herritage Foundation (IHF), seperti dilansir dari Kumparan, Sabtu (26/9). “Saya cemas anak-anak merasa kesepian.”

”Saya khawatir anak-anak merasa kebosanan atau malah merasa tidak aman,” sambungnya. “Dan saya rasa kecemasan ini juga turut dirasakan orang tua lainnya di luar sana di masa pandemi seperti sekarang ini.”

Oleh sebab itu, Nadiem turut memberikan berbagai tips bagi orangtua demi menjaga psikologis anak-anak usia dini semasa pandemi. Tips pertama adalah menciptakan suasana yang positif di rumah agar anak menjadi lebih betah dan tidak tertekan.


”Perasaan emosional kita (orang tua) akan berdampak luar biasa pada anak,” saran Nadiem. “Jika orang tua stres atau bertengkar yang terlihat oleh anak maka itu akan memunculkan rasa tidak aman pada psikologis anak.”

Tips kedua adalah orangtua harus selalu meluangkan waktu bersama anak. Hal ini bisa dilakukan dengan bermain atau berbincang bersama anak. Cara tersebut diyakini Nadiem sanggup memberikan dampak positif bagi perkembangan psikologis anak.

”Di masa pandemi ini anak rentan akan kebosanan sehingga dengan meluangkan banyak waktu untuk berinteraksi dengan anak melalui sejumlah kegiatan bersama seperti bermain atau sekedar ngobrol, menunjukkan jika anak merasa diperhatikan,” ungkap Nadiem. “Ini sekaligus bisa mengurangi kebosanan anak yang memang selama pandemi harus lebih banyak beraktivitas di rumah.”

Terakhir, Nadiem meminta orangtua untuk membatasi dan mengawasi akses gawai kepada anak-anak yang masih berusia dini. Sebagai gantinya, orangtua diminta untuk mendukung dan ikut melakukan aktivitas kreatif bersama anak dem menjaga kesehatan mental mereka.

”Di rumah saya benar-benar membatasi anak berinteraksi dengan gawai, tak terkecuali televisi. Jika tidak dibatasi maka memberikan dampak (trauma) pada anak,” papar Nadiem. “Di masa pandemi sangat dibutuhkan kemitraan antara ayah dan ibu untuk menjaga kesehatan mental anak. Tidak bisa jika hanya dibebankan pada ibu.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts