Istri Pasien 'Hadiahkan' Kotoran ke Satgas COVID-19 Surabaya, Bukti Masyarakat Kurang Edukasi?
Getty Images
Nasional

Seorang istri pasien COVID-19 di Surabaya dengan tega melumuri petugas medis yang menjemput suaminya menggunakan kotoran. Pemkot Surabaya pun menganggapnya sebagai bentuk kurang edukasi.

WowKeren - Wabah virus Corona sudah "menemani" Indonesia selama setidaknya 7 bulan, dimulai dengan kasus perdana pada 2 Maret 2020 silam. Namun rupanya keberadaan wabah itu belum diterima dengan lapang dada oleh masyarakat Indonesia, bahkan sikap keras masih kerap ditunjukkan kepada petugas medis.

Hal ini tampak dari kisah mengejutkan yang dialami oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di Surabaya, Jawa Timur berikut. Sebab istri seorang pasien tega melumuri alat pelindung diri (APD) yang dikenakan petugas medis dengan kotoran karena menolak suaminya dirawat di fasilitas kesehatan.

Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara pun menyampaikan kronologi kejadian tak elok tersebut. Rupanya peristiwa ini bermula dari Pemkot Surabaya yang menggelar tes swab massal di Rusun Bandarejo, Benowo, pada Rabu (23/9).

"Pada saat tes swab massal kepada Bapak X, namun saat itu petugas datang keluarganya tidak berada di rumah. Yang ada hanya Pak X saja," kata Febri, Rabu (30/9).

Hasil tes swab pun keluar lima hari kemudian, dengan pasien X dinyatakan positif COVID-19. Satgas COVID-19 dari Puskesmas Sememi Benowo pun melakukan tracing ke kontak terdekat pasien X, termasuk istri dan dua anak yang tinggal bersamanya.

"Ternyata, Bapak tersebut memiliki komorbid dan menurut petugas itu membahayakan kesehatan pribadinya. Sehingga mau nggak mau harus dirujuk ke Rumah Sakit BDH," terang Febri, dikutip dari Detik News, Kamis (1/10). "Namun teman-teman tracing ini tidak mudah, salah satu anaknya melakukan penolakan."


Petugas pun berusaha memediasi keluarga pasien X agar mengizinkan diambil tindakan. Dan akhirnya sang anak memberikan izin kepada petugas untuk membawa ayahnya ke RS BDH di Benowo.

Petugas lantas menyiapkan tandu mengingat pasien X sudah tak lagi bisa berjalan karena kondisinya. Yang tak disangka, saat itulah "hadiah" dari sang istri datang.

"Ketika masuk, teman-teman satgas itu sudah menggunakan hazmat mencoba untuk menjemput," ujar Febri. "Namun ternyata istri dari Bapak itu keluar dari ruangan sambil membawa bingkisan (berisi kotoran)."

"Teman-teman sudah menjelaskan, ngapain mau melakukan perbuatan itu, karena ini untuk kebaikan bersama dan kepentingan keluarga Ibu juga," imbuh Febri. "Namun sudah disampaikan seperti itu, yang bersangkutan tetap saja mengambil bingkisan (berisi kotoran) lalu melumurkan ke pakaian para petugas."

Istri Pasien \'Hadiahkan\' Kotoran ke Satgas COVID-19 Surabaya, Bukti Masyarakat Kurang Edukasi?

detikcom

Pemkot Surabaya sendiri menilai peristiwa ini terjadi karena masih kurangnya edukasi soal bahaya COVID-19 kepada masyarakat. Pemkot sendiri berusaha memahami kondiisnya dan berjanji akan melakukan sosialisasi lebih luas.

"Karena (COVID-19) ini sebenarnya bukan aib dan harus ditangani," pungkas Febri. "Kalau nggak (ditangani), akan merugikan kita sendiri."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts