Presiden Duterte Klaim Bakal Beri Vaksin COVID-19 untuk Seluruh Warga Filipina
Dunia
Vaksin COVID-19

Duterte mengatakan bahwa dia lebih suka pasokan vaksin COVID-19 dari Rusia dan Tiongkok. Keduanya telah mengajukan permohonan untuk melakukan uji klinis untuk inokulasi mereka di Filipina.

WowKeren - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengatakan bahwa pemerintahannya ingin memberikan vaksin COVID-19 kepada seluruh penduduk negaranya.

Pemerintah bertujuan untuk memberikan vaksin kepada semua orang di Filipina yang menurut Duterte kini berjumlah sekitar 113 juta orang. Namun, prioritas akan diberikan kepada orang miskin, polisi, dan personel militer.

"Semua harus memiliki vaksin tanpa kecuali," kata Duterte dalam pidato yang disiarkan televisi lokal, sebagaimana dikutip dari Republika pada Jumat (16/10).

Duterte juga mengatakan bahwa dia lebih suka pasokan vaksin COVID-19 yang datang dari Rusia dan Tiongkok. Keduanya telah mengajukan permohonan untuk melakukan uji klinis untuk inokulasi mereka di Filipina. "Bagi saya, (vaksin dari) Tiongkok atau Rusia, saya baik-baik saja," kata Duterte.


Namun selain Sinovac Biotech Tiongkok dan Gamaleya Research Institute Rusia, Filipina juga mengevaluasi aplikasi unit Janssen Johnson & Johnson untuk melakukan uji coba fase 3 vaksin COVID-19. Hal itu telah dilakukannya pembicaraan dengan pemasok vaksin potensial lainnya, termasuk pembuat obat AS Pfizer dan Moderna.

Sejauh ini, Filipina telah mencatatkan sebanyak 348,698 kasus COVID-19, dengan 6,497 jumlah kematian. Pasien sembuh di negara tersebut mencapai 294,161 jiwa, sehingga kasus aktif yang masih ditangani berjumlah 48,040 pasien.

Filipina juga sudah secara bertahap membuka kembali ekonomi untuk memungkinkan lebih banyak bisnis melanjutkan operasi dan lebih banyak orang kembali bekerja. Namun pembatasan parsial di dan sekitar ibu kota Manila tetap ada untuk menjaga penyebaran virus tetap terkendali.

Sedangkan secara global, COVID-19 telah menginfeksi lebih dari 38,7 juta penduduk dunia. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,097,359 orang dinyatakan tewas, dengan pasien sembuh mencapai 29,142,808 jiwa. Saat ini, masih ada lebih dari 8,5 juta kasus aktif COVID-19 yang ditangani di seluruh dunia.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts