Jokowi-Ma'ruf Setahun Pimpin Indonesia, Rakyat Kecil Suarakan Ketidakpuasan
Nasional

Masyarakat kecil menilai Jokowi-Ma'ruf tidak memberikan perbaikan ekonomi selama satu tahun menjabat. Selain karena adanya pandemi corona, pemerintah juga malah menerbitkan kebijakan kontroversial seperti Omnibus Law.

WowKeren - Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin telah genap memimpin Indonesia selama satu tahun pada Selasa (20/10) hari ini. Masyarakat kecil pun memberikan pandangan mereka terhadap pemerintahan Jokowi-Ma'ruf selama setahun terakhir ini.

Rupanya, masyarakat kecil menilai Jokowi-Ma'ruf tidak memberikan perbaikan ekonomi sama sekali selama satu tahun menjabat. Selain karena situasi pandemi virus corona (COVID-19), pemerintah juga malah menerbitkan kebijakan kontroversial seperti Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja.

Menurut seorang penjual gorengan di Jakarta Selatan yang bernama Junaedi, setahun ini keuangannya makin seret. Padahal ia memilih Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres 2019 lalu karena janji- janjinya yang tampak hendak memberi kemudahan untuk rakyat, seperti program kartu sehat, kartu pra kerja, dan kartu indonesia pintar.

"Waduh, setahun terakhir mah justru pailit, enggak ada seneng- senengnya, ampun saya," ujar Junaedi dilansir CNN Indonesia pada Selasa (20/10). "Padahal dulu saya milih karena katanya bisa gampang kalau berobat, bisa dapet kerja, (sekarang) malah enggak ada bedanya. Istilahnya saya cuma makan janji, yang ada makin sulit."

Selain itu, Junaedi juga mengaku sama sekali tidak puas dengan kinerja Jokowi-Ma'ruf. Padahal dirinya sempat berekspektasi tinggi terhadap Jokowi, setidaknya dalam menurunkan harga bahan pokok.


"Engga ada (kepuasan), nol besar, sama sekali enggak puas," kata Junaedi. "Saya harapannya tinggi ke pak Jokowi, sekarang sama sekali enggak ada."

Hal senada juga disampaikan oleh penjual bakso keliling asal Wonogiri, Suratmi. Ia mengaku kini jualannya sepi pembeli.

"Menurun drastis [pendapatan], apalagi sekarang pandemi, jualan cuman buat dimakan sendiri, enggak ada tabungan, enggak tahu besok gimana," jelas Suratmi. "Padahal Pak Jokowi katanya dulu bakal bantuin rakyat kecil, wong kami rakyat kecil tapi enggak ada (bantuan) itu."

Suratmi juga mengaku kesulitan untuk menyekolahkan anaknya yang berusia 15 tahun 2 bulan dengan adanya ketentuan usia dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). "Anak saya itu, bisa masuk SMA Negeri, malah masuk swasta karena usianya kurang tua. Duit keluar banyak, angel tenan (susah sekali)," ungkapnya.

Ketidakpuasan terhadap kinerja Jokowi-Ma'ruf juga disuarakan oleh Sobirin yang sehari-harinya berdagang di daerah Kebayoran Baru, Jaksel. Dari skala 1-10, Sobirin memberikan nilai 5 kepada kinerja Jokowi-Ma'ruf selama setahun ini.

"Terus terang saya enggak puas. Makin kesini makin parah aja (kebijakannya). Jauh jika dibanding periode pertama," jelas Sobirin. "Harapannya ke depannya Pak Jokowi bikin kebijakan yang merakyat lah. Karena sekarang istilahnya yang kerja, gaji diturunin, apa-apa diturunin. Rakyat kecil bisa-bisa merampok kita."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts