IDI Surati Menkes Terawan Soal Vaksinasi Corona, Minta Lakukan Hal Ini
Nasional
Vaksin COVID-19

Dalam surat yang ditandatangani Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, dr Daeng M Faqih tersebut, IDI juga membahas mengenai pemilihan jenis vaksin COVID-19 yang akan disediakan.

WowKeren - Pemerintah Indonesia kini tengah bersiap untuk memulai program vaksinasi virus corona (COVID-19). Simulasi vaksinasi COVID-19 bahkan telah dilakukan di sejumlah daerah.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) lantas mengirimkan surat kepada Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto soal proses vaksinasi corona. Dalam surat yang ditandatangani Ketua Umum PB IDI dr Daeng M Faqih tersebut, pemerintah diminta untuk tidak tergesa-gesa dalam proses vaksinasi COVID-19.

"Perlu diadakan persiapan yang baik dalam hal pemilihan jenis vaksin yang akan disediakan serta persiapan terkait pelaksanaannya," demikian kutipan surat IDI yang tertanggal 21 Oktober 2020 tersebut. "Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden agar program vaksinasi ini jangan dilakukan dan dimulai dengan tergesa-gesa."

Selain itu, IDI juga membahas mengenai pemilihan jenis vaksin COVID-19 yang akan disediakan. Menurut IDI, ada syarat mutlak yang harus dipenuhi yakni terbukti efektivitas, imunogenitas, serta keamanannya.


"Dengan dibuktikan adanya hasil yang baik melalui uji klinis fase 3 yang sudah dipublikasikan," lanjut IDI. "Kita bisa melihat bahwa unsur kehati-hatian juga dilakukan Negara lain dengan tetap menunggu data lebih banyak lagi dari hasil uji klinis fase 3."

Lebih lanjut, IDI mengakui bahwa WHO memperkenankan pembuatan dan penyediaan obat atau vaksin dapat dilakukan melalui proses Emergency Use Authorization (EUA) dalam situasi pandemi corona ini. Di Indonesia sendiri, otoritas untuk mengeluarkan EUA tersebut dipegang oleh BPOM.

"Dalam menentukan atau menentukan hal ini, PB IDI amat meyakini bahwa BPOM tentu juga akan memperhatikan keamanan, efektivitas, dan imunogenitas suatu vaksin, termasuk bila terpaksa menggunakan skema EUA," tulis IDI. "Kami yakin bahwa BPOM akan menjaga kemandirian dan profesionalismenya."

Selain itu, IDI juga menyebutkan bahwa program vaksinasi perlu memperhatikan rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Strategic Advisory Group of Experts on Immunization of The World Health Organization (SAGE WHO). IDI lantas menekankan sekali lagi bahwa program vaksinasi memerlukan persiapan yang baik.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts