Belasan Relawan Uji Klinis Vaksin Corona Sinovac di Indonesia Mengundurkan Diri, Kenapa?
Nasional

Ketua Tim Peneliti Uji Klinis Vaksin COVID-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Kusnandi Rusmil, menyatakan selain adanya 15 orang relawan yang mengundurkan diri, proses uji klinis berjalan lancar.

WowKeren - Vaksin virus corona (COVID-19) buatan perusahaan Sinovac asal Tiongkok kini tengah menjalani uji klinis tahap III di Bandung, Jawa Barat. Perkembangan terbaru, ada 15 dari 1.620 orang relawan uji klinis yang mengundurkan diri.

"Tujuh di antaranya karena alasan pindah kerja dan delapan lainnya karena sakit," ungkap Ketua Tim Peneliti Uji Klinis Vaksin COVID-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Kusnandi Rusmil, dalam dialog virtual pada Selasa (3/11). "Tetapi sakitnya tidak disebabkan oleh vaksin."

Menurut Kusnandi, selain adanya 15 orang relawan yang mengundurkan diri, proses uji klinis berjalan lancar. Kusnandi mengungkapkan tidak ada relawan yang merasakah efek samping serius.

"Selama yang ini tidak kami temukan hal-hal yang menakutkan, paling panas badan sedikit demam sedikit yang dalam dua hari hilang," ungkap Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad tersebut. "Saya pikir sampai saat ini keamanannya masih bisa dipertanggungjawabkan."


Lebih lanjut, sebanyak 1.620 relawan sudah mendapatkan suntikan vaksin pertama. Kemudian 1.590 orang di antranya telah mendapatkan suntikan vaksin kedua.

"Proses uji klinis yang selama ini, sementara waktu ini cukup baik," jelas Kusnandi. "Uji klinis fase III tidak dilakukan terburu-buru.

Adapun seluruh relawan yang telah mendapat suntikan kandidat vaksin corona ini akan dipantau selama enam bulan. Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, laporan mengenai hasil uji klinis vaksin Sinovac mungkin akan selesai pada Januari 2021.

"Dengan Sinovac untuk uji klinis 3, mudah-mudahan Januari report-nya sudah keluar," kata Retno, Minggu (1/11). Lewat laporan itu ditambah dengan pengamatan langsung dari beberapa pihak terkait, barulah bisa ditentukan apakah vaksin Sinovac efisien untuk melawan COVID-19 atau tidak.

Sementara itu, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menegaskan bahwa pengolahan dan penyuntikan vaksin harus tetap ditunda sembari menanti izin edar darurat (Emergency Use Authorization / EUA) diterbitkan BPOM. "Pertama adalah menunggu sampai uji klinis fase tiga terbukti bermanfaat dan efek samping minimal kemudian baru bisa diberikan," ujar Ketua Satgas COVID-19 IDI Zubairi Djoerban, Jumat (30/10).

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait