Perusahaan AS Klaim Ciptakan Vaksin COVID-19 Dengan Tingkat Keampuhan 90 Persen
WHO/Ploy Phutpheng
Health
Vaksin COVID-19

Perusahaan farmasi asal Amerika Serikat (AS) Pfizer yang mengembangkan vaksin dengan pembuat obat Jerman BioNTech merilis detail minim dari uji klinisnya, berdasarkan tinjauan formal pertama dari data oleh panel ahli luar.

WowKeren - Perusahaan farmasi asal Amerika Serikat (AS) Pfizer mengklaim vaksin virus corona yang mereka kembangkan lebih dari 90 persen efektif dalam mencegah penyakit di antara relawan uji coba yang belum pernah terinfeksi COVID-19 sebelumnya. Tingkat perlindungan tersebut setara dengan vaksin anak yang telah terbukti sangat efektif untuk penyakit seperti campak.

Diketahui, Pfizer mengembangkan vaksin dengan pembuat obat Jerman BioNTech. Pfizer hanya merilis detail minim dari uji klinisnya, berdasarkan tinjauan formal pertama dari data oleh panel ahli luar.

Uji coba perusahaan tersebut mencakup data dari 38.955 relawan yang sudah masuk. Dari jumlah relawan tersebut, ditemukan 94 kasus positif COVID-19, baik di kelompok yang mendapat vaksin maupun kelompok yang diberi plasebo (obat kosong).

Sebelumnya, ahli memperkirakan efektivitas vaksin hanya bisa mencapai 50 hingga 75 persen saja. Namun vaksin Pfizer disebut 90 persen lebih ampuh menangkal virus dan tanpa efek samping.


"Ini adalah momen bersejarah," tutur Wakil Presiden Senior sekaligus Kepala Penelitian dan Pengembangan Vaksin di Pfizer, Kathrin Jansen, dilansir The New York Times pada Selasa (10/11). "Ini adalah situasi yang menghancurkan, sebuah pandemi, dan kami telah memulai jalur dan tujuan yang belum pernah dicapai oleh siapa pun - untuk menghasilkan vaksin dalam satu tahun."

Vaksin Pfizer ini diproduksi menggunakan teknologi baru yang mengandalkan mRNA. Oleh sebab itu, hasil tersebut merupakan kabar baik bagi dunia kesehatan sekaligus sains.

Sebagai informasi, selama ini masih belum ada vaksin berbasis mRNA yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Pengembangan vaksin dengan menggunakan mRNA juga bisa dilakukan lebih cepat karena tidak memerlukan virus dalam jumlah besar.

Dengan pengumuman hasil ini, Pfizer menjadi perusahaan pertama yang mengumumkan hasil positif dari uji coba vaksin COVID-19 tahap akhir. Namun demikian, perusahaan farmasi ini masih akan memantau para relawan hingga akhir November untuk memastikan vaksin mereka benar- benar efektif dan aman. Selama periode tersebut, FDA masih akan mempertimbangkan untuk mengeluarkan persetujuan darurat penggunaan vaksin tersebut atau tidak.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts