Ekonomi RI Sudah Babak Belur Sampai Resesi, Malah Diprediksi Minus Lagi di Kuartal IV
Nasional
Potensi Resesi Imbas COVID-19

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini bahwa kondisi ekonomi Indonesia akan membaik di Kuartal I 2021. Namun Indonesia ternyata masih diprediksi minus di Kuartal IV 2020.

WowKeren - Sejumlah pihak sudah menyampaikan prediksi soal resesinya Indonesia di Kuartal III 2020. Hal itu pun terbukti dari hasil audit Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di Kuartal III mencapai minus 3,49 persen, masih di bawah nol persen namun jauh lebih baik ketimbang Kuartal II yang mencatat minus 5,32 persen.

Kendati demikian, pesimisme soal pertumbuhan ekonomi Indonesia rupanya masih berlanjut bahkan ke Kuartal IV nanti. Sebab pemerintah rupanya memprediksi perekonomian Indonesia di Kuartal IV 2020 di kisaran minus 1,6 hingga 0,6 persen.

"Kalau di Kuartal IV bertahan, maka bisa saja kita masuk positif," ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers virtual pada Senin (9/11) kemarin. "Meski konservatifnya kita masih mengatakan akan ada di minus 1,6 persen sampai positif 0,6 persen."


Prediksi yang lebih "ambles" disampaikan oleh Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad. "Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan IV sebesar minus 2 persen, year on year," kata Tauhid, Minggu (8/11).

Kendati masih dihantui dengan pertumbuhan ekonomi yang belum membaik, pemerintah yakin Indonesia bisa segera meraih momentum rebound setidaknya awal tahun depan. Menko Airlangga sendiri meyakini hal ini karena kondisi di Kuartal III 2020 yang meskipun minus secara tahunan (year on year / yoy), namun bertumbuh sampai 5 persen secara kuartalan (quartal on quartal / qoq).

Lebih lanjut oleh Airlangga, hal ini menunjukkan bahwa rock bottom atau titik terendah pada perekonomian Indonesia sudah dilalui di Kuartal II 2020. "Tentu pertumbuhan ekonomi di Kuartal III mengalami perbaikan jadi (minus) 3,49 persen, lalu kuartal ke kuartal naik 5,05 persen. Ini bukti bahwa rock bottom sudah dicapai di Kuartal II," terang Airlangga.

Untuk bisa mencapai kondisi yang lebih baik di Kuartal IV pun pemerintah siap menempuh beberapa cara. Seperti misalnya menggenjot realisasi dana program pemulihan ekonomi nasional untuk menggerakkan ekonomi di sisa tahun 2020 ini.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts