Bank Sentral AS: Ekonomi Bisa Pulih, Tapi Pengangguran Bakal Lebih Banyak
Dunia
Potensi Resesi Imbas COVID-19

Gubernur The Fed AS, Jerome Powell, menyebut bahwa ekonomi dunia sangat berpotensi untuk pulih pasca dihantam COVID-19. Namun ada harga mahal yang harus dibayar, seperti penjelasan berikut.

WowKeren - Saat ini ekonomi dunia sedang dibuat kocar-kacir oleh pandemi COVID-19. Namun bank sentral Amerika Serikat, The Federal Rerserve (The Fed) menyebut pemulihan ekonomi global sangat mungkin terjadi, bahkan perlahan-lahan mulai tampak.

Hanya saja, pergerakan pemulihan ini membentuk perekonomian yang jauh berbeda. "Kami pulih, tetapi ke ekonomi yang berbeda," kata Gubernur The Fed, Jerome Powell, dikutip dari CNN Business, Jumat (13/11).

Dampak jangka panjang bisa timbul dari pemulihan ekonomi global saat ini. Mulai dari pola kerja yang menggunakan teknologi dan digitalisasi hingga jumlah orang yang diperkerjakan.

Dari sisi positif, perubahan ini memberi dampak kemajuan penggunaan teknologi. Sayangnya, hal ini juga memberikan dampak negatif pada dunia usaha dan pekerja karena mereka harus beradaptasi termasuk melalui efisiensi.

Tentu saja kalangan pekerja bergaji rendah yang akan merasakan dampak negatif dari situasi ini. Mereka terancam digantikan oleh teknologi, seperti pekerja ritel, pegawai restoran, hingga pekerja perempuan.


Di sisi lain, pandemi juga mengganggu sektor pendidikan. Layanan edukasi menjadi tidak merata karena dilakukan secara virtual, yang berdampak munculnya ketimpangan ekonomi di masa depan.

"Bahkan setelah tingkat pengangguran turun dan ada vaksin, akan ada kelompok pekerja yang mungkin akan membutuhkan dukungan saat mereka menemukan jalan mereka dalam ekonomi pasca pandemi," terang Powell. "Karena itu akan berbeda di beberapa cara fundamental."

Oleh karena itu, Powell menyebut saat ini pemerintah dan bank sentral harus terus memberikan stimulus dalam jumlah besar. Tunjangan untuk kalangan pengangguran harus terus mengalir demi menopang kebutuhan hidup mereka.

Namun tentu saja hal ini membebani fiskal negara yang kembali akan berdampak bagi perekonomian dalam dan luar negeri. "Saya rasa kita perlu berbuat lebih banyak dan Kongres perlu berbuat lebih banyak," tegas Powell, merujuk pada badan pembuat legislasi di AS.

Selain itu, kunci penting untuk mencegah semua dampak ekonomi ini terjadi adalah dengan mengendalikan pandemi COVID-19. Sebab terbukti pengendalian yang belum maksimal memaksa beberapa wilayah kembali "mengunci" alias lockdown daerahnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts