Indonesia Pecah Rekor Kasus Corona Tertinggi, Tambah 5.444 Pasien Dalam 24 Jam
AFP/Sony Tumbelaka
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kasus virus corona di Indonesia memecahkan rekor tertinggi pada Jumat (13/11). Tercatat, ada tambahan 5.444 pasien positif COVID-19 hanya dalam waktu 24 jam. Ini data terbarunya.

WowKeren - Pemerintah Indonesia kembali melaporkan perkembangan kasus virus corona di Tanah Air. Penambahan kasus COVID-19 di Indonesia dilaporkan memecahkan rekor tertinggi dalam sehari pada hari ini, Jumat (13/11).

Berdasarkan data dari covid19.go.id, Indonesia mencatat 5.444 kasus virus corona baru dalam tempo waktu 24 jam. Angka tersebut menjadi penambahan kasus tertinggi sejak Indonesia pertama kali mengumumkan kasus COVID-19 pertama pada awal Maret lalu.

Peta Sebaran

covid19.go.id

Dengan tambahan tersebut, kini total kasus virus corona menjadi 457.735 orang. Adapun jumlah kematian pada hari ini bertambah 104 orang, sehingga total korban meninggal karena COVID-19 berjumlah 15.037 atau 3,3 persen dari keseluruhan kasus.

Sedangkan pasien sembuh di hari ini dilaporkan bertambah 3.010 orang. Tambahan ini membuat Indonesia telah mencatat angka kesembuhan berjumlah 385.094 orang atau 84,1 persen dari keseluruhan kasus.

Grafik Gabungan

covid19.go.id


Berdasarkan data yang diterima dari Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 per hari ini ada 58.896 suspek di Indonesia. Selain itu, ada 42.333 spesimen yang diperiksa di laboratorium kesehatan se-Indonesia.

Sementara itu, sebanyak 57.604 orang atau 12,6 persen dari keseluruhan kasus merupakan kasus aktif. Itu artinya, mereka masih berjuang untuk sembuh dari virus corona dengan menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi mandiri di rumah.

Kasus COVID-19 sendiri saat ini tercatat ada di 34 Provinsi, yakni di 505 kabupaten/kota se-Indonesia. Provinsi DKI Jakarta masih menjadi wilayah penyumbang kasus virus corona tertinggi di Indonesia, dengan total 115.174 kasus atau 25,5 persen dari keseluruhan kasus.

Grafik Per Provinsi

covid19.go.id

Lalu disusul Jawa Timur yang mencatat 55.575 kasus COVID-19 (12,3 persen). Selanjutnya Jawa Barat sebesar 42.572 kasus (9,4 persen), Jawa Tengah sebesar 39.788 kasus (8,8 persen), dan Sulawesi Selatan sebesar 19.060 kasus (4,2 persen).

Sebelumnya, penambahan kasus harian di Indonesia telah mengalami penurunan. Namun, terjadinya rekor di hari ini kembali menimbulkan pertanyaan terkait penyebabnya. Salah satunya adalah efek dari libur panjang pada Oktober lalu. Meski demikian, faktor testing dinilai sebagai penyebab utama.

Testing-nya ya, saya sih lebih bilangnya ke testing kalau dia massif,” kata Kepala Bidang Pengambangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia, dr Masdalina Pane seperti dilansir dari Detik, Jumat (13/11). “Artinya gini, tingginya testing kan mempengaruhi jumlah positif. 42 ribu testing kan sudah mencapai target.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts