Temukan Strain Virus Corona, Tiongkok Perketat Impor Makanan Beku Dari Sejumlah Negara Ini
pixabay.com
Dunia
Pandemi Virus Corona

Tiongkok memperketat aturan impor makanan beku usai otoritas setempat menemukan strain virus corona (COVID-19) di kemasannya. Hal ini tentu membuat sejumlah negara mitra dagang Negeri Tirai Bambu itu geram.

WowKeren - Tiongkok memperketat aturan impor makanan beku usai temuan otoritas setempat yang mengklaim kemasan makanan beku dari negara-negara tersebut terkontaminasi virus Corona (COVID-19). Otoritas Tiongkok telah menemukan menemukan kontaminasi COVID-19 pada produk dari 20 negara, antara lain daging babi Jerman, daging sapi Brasil, dan ikan India.

Namun, pernyataan Tiongkok tersebut tak dilengkapi dengan bukti kuat. Hal ini tentunya membuat sejumlah negara-negara mitra dagang Negeri Tirai Bambu seperti Kanada, Brasil, Selandia Baru, dan Australia geram.

Mereka menyerukan agar Tiomgkok menghentikan pemeriksaan agresif pada produk-produk makanan beku karena telah merusak perdagangan internasional dan juga reputasi produk makanan impor tanpa alasan yang jelas. Hal ini disampaikan dalam pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) pada 5 dan 6 November 2020.

Pada kesempatan itu, Kanada menyebutkan pengujian Tiongkok pada produk makanan impor, dan juga penolakan produk yang disebut bereaksi positif pada tes asam nukleat adalah aksi pembatasan perdagangan yang tak dapat dibenarkan. Kanada mendesak Tiongkok untuk menghentikan pengujian itu.


Desakan Kanada itu didukung oleh Australia, Brasil, Meksiko, Inggris dan Amerika Serikat (AS). Menurut Kanada, Tiongkok tidak melampirkan bukti ilmiah kuat bahwa produk-produk makanan impor dari negara-negara mitra dagang benar terkontaminasi COVID-19.

Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, sulit untuk mengetahui rute penularan dari makanan maupun kemasan. Namun, Tiongkok bersikukuh menyatakan makanan beku dapat menjadi sumber penyebaran virus di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Sebelumnya, Tiongkok juga mengaku menemukan adanya virus Corona pada kemasan daging beku asal Selandia Baru. Pemerintah Selandia Baru pun menyatakan bahwa belum menerima laporan resmi dari Pemerintah Tiongkok. "Selandia Baru belum diberitahu secara resmi oleh otoritas China," kata Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru.

Meski begitu, pejabat Selandia Baru sudah bekerja untuk memeriksa kebenaran temuan virus corona di dalam daging sapi yang mereka ekspor. Sementara Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan, dia sudah diberitahu bukan daging sapi dari Selandia Baru yang mengandung COVID-19 di Tiongkok.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts