27 Orang Dilaporkan Positif Corona, Klaster Kerumunan Habib Rizieq Mulai Tunjukkan Efek?
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sebanyak 7 orang dari kerumunan di Petamburan dikonfirmasi positif COVID-19, sedangkan 20 lainnya berasal dari Megamendung, Bogor. Selain itu ada 50 orang lagi dari kerumunan di Tebet.

WowKeren - Kerumunan hajatan yang digelar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab dikhawatirkan memicu klaster penyebaran COVID-19 baru. Dan kekinian tampaknya kekhawatiran itu mulai patut diwaspadai.

Pasalnya Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo mengungkap ada 7 orang yang dikonfirmasi positif COVID-19 usai menghadiri kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat. Sebelumnya Satgas memeriksa hingga 15 orang dari kerumunan tersebut.

"Itu data yang diterima Satgas per Kamis sore, 19 November 2020," jelas Doni, Jumat (20/11). Selain itu, Satgas COVID-19 juga menggelar tes swab antigen untuk klaster Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Total ada 559 orang yang mengikuti tes tersebut. "Positif ada 20 orang," tutur Doni, dilansir dari MedCom.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jabar memiliki hasil penelusuran yang berbeda terkait klaster ini. "Salah satunya kita periksa 400 warga di sana, 5 positif," kata Gubernur Ridwan Kamil usai diperiksa Bareskrim Polri.


Karena itulah, Ridwan mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa kegiatan yang menimbulkan kerumunan merupakan hal yang berbahaya di tengah pandemi COVID-19. Ridwan pun mendesak Pemkab Bogor untuk memberikan sanksi bagi panitia pelaksana kegiatan tersebut.

"Jadi kerumunan itu membahayakan. Jadi kita sangat tegas mendukung upaya pemerintah," tutur Ridwan, dikutip dari Kumparan. "Saya minta beri sanksi dan tegas kepada panitia karena memberi dampak banyak."

Selain ke-27 orang yang dikonfirmasi positif COVID-19 tersebut, Satgas juga menerima laporan tambahan kasus positif lagi sebanyak 50 orang di sekitar Tebet, Jakarta Selatan. Kerumunan memang sempat ada di wilayah tersebut ketika acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar.

Satgas COVID-19 sendiri mengantisipasi sejumlah titik yang diduga menjadi klaster penyebaran virus Corona. Selain Petamburan, Tebet, dan Megamendung, yang diantisipasi lagi adalah kerumunan massa penjemput Habib Rizieq di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

Oleh karena itulah, Doni mendorong semua komponen masyarakat, terutama yang mengikuti kegiatan tersebut, agar memeriksakan diri. Dengan pemeriksaan dini, maka penularan bisa dicegah.

"Jika ada yang positif bisa segera isolasi dan tempat isolasi disiapkan pemerintah," pungkas Doni. "Silakan dengan kesadaran dan keikhlasan memeriksa diri ke puskesmas, demi memutus mata rantai penularan untuk keselamatan bersama."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts