Habib Rizieq Akui Baru Masuk RS, Tersirat Ungkap Belum Tes Swab COVID-19?
Nasional
Polemik Tes Swab Habib Rizieq

Habib Rizieq Syihab membeberkan kondisi terkininya pasca dikabarkan masuk rumah sakit. Kendati benar tengah diobservasi, ia mengaku hasil pemeriksaannya baik-baik saja.

WowKeren - Sebuah fakta baru soal kondisi Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab kembali terungkap. Kali ini bermula dari pengakuan FPI dan diikuti konfirmasi dari Wali Kota Bogor Bima Arya yakni perihal Habib Rizieq yang ternyata masuk rumah sakit.

Dan kini Rizieq sendiri yang mengonfirmasi soal dirinya masuk ke rumah sakit. Ia memastikan bahwa dirinya tengah dalam kondisi sehat usai menjalani observasi di Rumah Sakit Ummi Kota Bogor.

Rizieq menegaskan bahwa hasil general check-up-nya semua baik tanpa ada yang perlu dikhawatirkan. "Alhamdulillah hasil general check-up Abah semua bagus," kata Rizieq dalam video yang dilansir oleh Kumparan, Jumat (27/11).

"General check-up ini mencakup jantung, paru, ginjal, fungsi hati," imbuh Rizieq. "Begitu juga Abah dulu ada asam urat, lambung, semua bagus alhamdulillah."


Kendati demikian, secara tersirat tampaknya Rizieq mengakui belum melakukan tes swab untuk mengetahui apakah dirinya terjangkit COVID-19 atau tidak. Asumsi ini pun dipertegas oleh Bima Arya yang meminta agar pihak rumah sakit berkenan melakukan swab kepada Rizieq.

"Saat ini kondisi beliau dalam keadaan baik," tutur Bima, Kamis (26/11) malam. "Namun saya sampaikan kepada pihak rumah sakit bahwa sangat baik sekali apabila Habib dilakukan proses PCR test ya, untuk di-swab gitu."

Perihal kondisi kesehatan Rizieq memang sempat dipertanyakan banyak pihak. Sebab sosoknya mendadak menghilang pasca mengadakan dan menghadiri berbagai agenda yang memicu kerumunan besar massa.

Otoritas setempat pun mengimbau Rizieq dan keluarga segera menjalani tes PCR, namun FPI mengklaim sang imam besar sudah melakoninya secara swadaya. Di sisi lain, kerumunan massa oleh Rizieq kini terus diselidiki oleh pihak kepolisian terkait adakah potensi pelanggaran pidana dalam kegiatan tersebut.

"Penyidik akan melakukan penyidikan, akan memberitahu kejaksaan dan berproses sampai nantinya kegiatan gelar penetapan tersangka," kata Ditreskrimum Polda Jawa Barat, Kombes Pol CH Patoppoi, Kamis (26/11). Patoppoi dan timnya sendiri fokus pada kerumunan yang terjadi di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jabar.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts