Begini Respons Keluarga Kerajaan Inggris Soal Insiden Keguguran yang Dialami Meghan Markle
Getty Images
Selebriti

Meghan menceritakan insiden keguguran yang ia alami dalam esai 'The Losses We Share – Perhaps the path to healing begins with three simple words: Are You OK?' yang dimuat di New York Times.

WowKeren - Meghan Markle baru saja mengaku mengalami keguguran anak kedua dalam sebuah esai yang ditulisnya di New York Times. Meghan menceritakan insiden tersebut dalam esai bertajuk "The Losses We Share – Perhaps the path to healing begins with three simple words: Are You OK?" yang langsung mengejutkan banyak orang.

Terkait insiden keguguran tersebut, seorang sumber membeberkan perihal rekasi keluarga Kerajaan Inggris. Sebagaimana diketahui, Meghan dan suami, Pangeran Harry, lebih dulu menceritakan perihal insiden nahas tersebut pada keluarga Kerajaan sebelum dipublikasikan.

Dilansir dari US Weekly, Pangeran Charles selaku ayah Harry menjadi salah satu pihak yang merasa sangat bersedih. "Pangeran Charles selalu memberikan dukungan pada Harry dan Meghan di masa duka," papar seorang sumber. "Ada kesedihan mendalam yang menyelimuti keluarga Kerajaan untuk Harry dan Meghan."

Disebuutkan pula bahwa kantor Ratu Elizabeth II tidak akan memberikan pengumuman atau komentar apapun soal insiden ini. Sang Ratu menyebut bahwa pengalaman pahit yang dialami Harry dan Meghan ini merupakan sesuatu yang benar-benar bersifat pribadi, sehingga Kerajaan tak akan ikut memberikan pernyataan apapun.


Di sisi lain, Meghan mengaku mengalami keguguran saat mengandung anak keduanya. Istri Pangeran Harry tersebut mengungkapkan kronologis bagaimana dirinya mengalami keguguran pada petengahan bulan Juli lalu.

Mantan aktris "Suits" tersebut menggambarkan bahwa kejadian nahas itu terjadi setelah dia mengganti popok putra pertamanya, Archie Harrison. Dalam cerita Meghan, saat itu ia jatuh ke lantai dan merasa kesakitan, sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

Dalam artikel berjudul "The Losses We Share – Perhaps the path to healing begins with three simple words: Are You OK?" tersebut, Meghan juga menulis bahwa kehilangan dan rasa sakit telah menjangkit pada banyak orang di tahun 2020.

"Kami telah belajar bahwa ketika orang bertanya bagaimana kabar salah satu dari kami, dan ketika mereka benar-benar mendengarkan jawabannya, dengan hati dan pikiran yang terbuka, beban kesedihan sering kali menjadi lebih ringan - bagi kita semua," tulisnya. "Untuk pertama kalinya, dalam waktu yang lama, sebagai manusia, kami benar-benar bertemu satu sama lain. Apakah kita baik-baik saja? Kita akan baik-baik saja."

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts