MER-C Ungkap Mengapa Hasil Tes Swab Habib Rizieq Dirahasiakan Dari Publik
Nasional
Polemik Tes Swab Habib Rizieq

Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Samad, menyatakan bahwa pihaknya menumpang laboratorium milik sebuah lembaga kala menguji swab Imam Besar FPI Habib Rizieq.

WowKeren - Tes swab Imam Besar FPI Habib Rizieq menuai polemik lantaran Satgas COVID-19 Kota Bogor diduga dihalangi untuk melakukan tugasnya. Habib Rizieq sendiri diklaim telah menjalani tes swab secara mandiri dari tim medis lembaga independen MER-C kala dirawat di Rumah Sakit Ummi, Kota Bogor, Jawa Barat. Namun

Pihak MER-C akhirnya dipanggil oleh Polres Bogor untuk dimintai klarifikasi pada Senin (30/11). Dua orang relawan MER-C mengklarifikasi 50 pertanyaan soal posisi dan kedudukan tim medis MER-C dalam menangani swab test atas Habib Rizieq.

Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Samad, menyatakan bahwa pihaknya menumpang laboratorium milik sebuah lembaga kala menguji swab Habib Rizieq. Hasil swab Habib Rizieq sendiri sebenarnya sudah keluar, namun Sarbini menolak untuk mengungkapkannya ke publik.

"Kita swab, itu hasil itu dibawa ke lab. Lab yang kredibel. Intinya kredibel lah. Bukan lab MER-C," jelas Sarbini dilansir CNN Indonesia. "Itu bener kata Pak Mahfud (Menko Polhukam)."


Menurut Sarbini, pihaknya tidak berwenang mengumumkan hasil tes swab Habib Rizieq kepada publik. Pasalnya, hal tersebut dinilai akan menyalahi etika profesi dokter terkait privasi pasien.

"Peraturannya memang gitu. Tapi kalau Habib bilang 'udah lah, diumumkan daripada pusing'. Itu lain ceritanya kan," papar Sarbini. "Kalau kami umumkan itu bisa dituntut. Membuka laporan pasien."

Lebih lanjut, Sarbini juga mengungkapkan bahwa Habib Rizieq awalnya menjalani perawatan di kediamannya di bawah pengawasan tim dokter MER-C sejak pulang dari Arab Saudi pada 10 November 2020 lalu. Setelah seminggu menjalani perawatan, tutur Sarbini, kondisi Habib Rizieq tak kunjung pulih.

Oleh sebab itu, MER-C merujuk Habib Rizieq ke RS Ummi. Menurut Sarbini, Habib Rizieq sebelumnya sudah sering dirawat di rumah sakit tersebut.

"Karena kondisinya kalau ramai enggak karuan, akhirnya MER-C merekomendasi ke Bogor. Kenapa? Karena Habib biasa udah sering berobat di situ," pungkas Sarbini. "Dari dulu lah. Itu dia udah tenang lah. Enggak gaduh."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts