Ganjar Pranowo 'Ngotot' Sebut Jateng Pecah Rekor Corona Imbas Delay Data, Satgas Angkat Bicara
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Jubir Satgas Penanganan COVID-19 ikut buka suara soal klarifikasi Gubernur Ganjar Pranowo terkait delay data yang menjadi 'biang kerok' Jawa Tengah sampai pecah rekor kasus positif.

WowKeren - Beberapa waktu belakangan fokus pengendalian wabah COVID-19 bukan hanya terarah kepada DKI Jakarta tetapi juga Jawa Tengah. Pasalnya provinsi yang dipimpin Gubernur Ganjar Pranowo itu sempat mencetak rekor nasional sampai melaporkan 2.036 kasus positif dalam sehari.

Terkait dengan pecah rekor itu, Ganjar menyatakan akibat delay alias data ganda di Pemprov Jateng dan pusat. Pembelaan ini kemudian ditanggapi oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19, seperti apa?

"Iya betul," jawab Juru Bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, Senin (30/11). Karena itulah Wiku menyatakan ke depannya memang perlu dibuat sistem data dengan kemampuan interoperabilitas.

Saat ini sistem itu sudah dikembangkan. "Dan dipakai di Satgas Penanganan COVID-19," jelas Wiku, dilansir dari Tempo, Selasa (1/12).

Untuk informasi, Ganjar menyebut ada selisih hingga 233 kasus positif COVID-19 antara Pemprov Jateng dengan pusat per Minggu (29/11). Pada hari itu akumulasi kasus positif COVID-19 di Jateng mencapai 54.997 menurut Satgas, padahal himpunan Pemprov di situs corona.jatengprov.go.id jumlahnya 54.758.


Tak hanya itu, pada hari yang sama, Satgas COVID-19 melaporkan kasus harian di Jateng mencapai 2.036. Padahal data Pemprov Jateng "hanya" 844 kasus.

Selisih itu, terang Ganjar, merupakan delay data yang diverifikasi dalam waktu pemeriksaan sekian pekan bahkan bulan yang lalu. Delay ini, imbuhnya, terjadi karena pusat masih manual menghimpun data serta sumbernya pun berbeda yakni dari laboratorium. Padahal Pemprov Jateng menghimpun data dari rumah sakit.

Meski demikian Ganjar berjanji akan segera menyinkronkan data yang dimiliki daerah dengan pusat. Selain itu, Ganjar juga meminta supaya masyarakat tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Semua harus disiplin. Testing tidak boleh berhenti. Edukasi soal prokes makin ditingkatkan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama serta elemen masyarakat," ujar Ganjar.

Di sisi lain, Ganjar juga "memamerkan" bahwa Pemprov Jateng sudah gencar melakukan tes COVID-19. Bahkan sampai melebihi target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts