Jokowi Akui RI Bisa Dihadapkan Situasi Kelam Termasuk Pengangguran Massal
https://www.setneg.go.id/
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Salah satu masalah yang menanti Indonesia adalah jumlah pengangguran yang akan semakin bertambah banyak mengingat gelombang PHK terjadi secara besar-besaran.

WowKeren - Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengakui jika Indonesia di waktu yang akan datang bakal dihadapkan pada kondisi yang cukup kelam. Kondisi ini merupakan buntut dari badai COVID-19 yang hingga kini belum berakhir.

Hal tersebut disampaikan oleh Jokowi saat memberikan pengarahan dalam Pertemuan Tahunan BI 2020 yang digelar secara virtual, Kamis (3/12). "Kita harus bergerak cepat karena masih banyak pekerjaan rumah yang belum kita selesaikan," kata Jokowi.

Salah satu masalah yang menanti Indonesia adalah jumlah pengangguran yang akan semakin bertambah banyak. Bagaimana tidak, sejak pandemi COVID-19 menyebar sudah banyak terjadi pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh para pengusaha demi bertahan di tengah pandemi.

Sementara itu di lain sisi, tanpa adanya pandemi saja Indonesia juga memiliki kebutuhan yang besar terhadap lapangan pekerjaan baru. Oleh sebab itu untuk memperbaiki kondisi ini Jokowi sekali lagi mewanti-wanti untuk menyederhanakan birokrasi.


Sebab rantai birokrasi yang berbelit-belit dinilai akan membuat investor ogah menanamkan modal di sini. Padahal iklim investasi yang baik sangat mendukung penciptaan lapangan kerja yang memadai. Sementara itu menurut Jokowi, Indonesia berada di posisi pertama sebagai negara yang memiliki birokrasi rumit.

"Karena itu pemerintah berketetapan hati melakukan reformasi struktural, membenahi regulasi yang kompleks dan birokrasi yang rumit," tegas Jokowi. "Kita semuanya tahu posisi nomor 1 di global complexity index yang paling rumit di dunia dan itu harus kita akhiri."

Kepala Negara kemudian menyinggung soal UU Cipta Kerja. Ia yakin UU Cipta Kerja Omnibus Law mampu menciptakan iklim usaha yang baik di RI.

"Itulah semangat yang mendasari lahirnya UU Cipta Kerja," kata Jokowi. "Menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif berdaya saing, agar UMKM lebih berkembang, dan industri padat tenaga kerja tumbuh dengan pesat."

Untuk mewujudkan upaya ini perlu kerja sama dari semua pihak. "Agar negara kita mampu bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat regional dan global," tegasnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts