Corona RI Meroket Lagi, Bawaslu Minta Satgas Siagakan Petugas di TPS
Nasional
Pilkada 2020

Indonesia kembali mencatat rekor harian kasus positif COVID-19, sehingga Bawaslu meminta Satgas Penanganan COVID-19 untuk menyiagakan petugas medis saat hari pemungutan suara Pilkada Serentak 2020.

WowKeren - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta Satgas Penanganan COVID-19 untuk menyiagakan petugas medis saat hari pemungutan suara Pilkada Serentak 2020. Hal ini dikarenakan adanya lonjakan kasus COVID-19 di Tanah Air yang mencapai 8.369 kasus pada Kamis (3/12) kemarin.

Anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar mengatakan penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 pada Pilkada bukan hanya tugas Bawaslu melainkan juga perlu bantuan Satgas Penanganan COVID-19. "Satgas Covid juga memantau TPS (Tempat Pemungutan Suara), kemudian bantuan kesehatan kalau bisa stand by di TPS, juga di berbagai titik-titik orang kumpul," katanya dilansir CNNIndonesia, Jumat (4/12).

Fritz juga berharap aparat penegak hukum lebih tegas dalam menindak pelanggar protokol kesehatan jelang pemungutan suara. Ia pun meminta masyarakat juga ikut mengawasi serta wajib menerapkan protokol kesehatan pada Pilkada.


Ia menyamapaikan jika kelanjutan Pilkada merupakan keputusan bersama. Sehingga semua pihak punya tanggung jawab untuk menyukseskan Pilkada dengan tertib protokol kesehatan. "Kami mengajak kawan-kawan semua masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan bersama," tuturnya.

Sebelumnya telah diketahui jika Indonesia kembali mencatat rekor baru kasus positif COVID-19 dalam waktu 24 jam. Adapun rekor ini jauh melebihi rekor sebelumnya, dimana Indonesia hanya mencatat penambahan sebanyak 6.267 kasus dalam sehari pada Minggu (29/11) lalu.

Satgas Penanganan COVID-19 pun menyatakan jika rekor ini sudah tidak bisa ditoleransi. "Sebelumnya kita belum pernah mencapai angka diatas 5.000 untuk angka positif harian. Sayangnya penambahan kasus positif harian terus meningkat, bahkan per hari ini menembus lebih dari 8.000 kasus," tutur Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito pada Kamis. "Ini adalah angka yang sangat besar dan tidak bisa ditolerir."

Wiku menilai lonjakan kasus COVID-19 ini menandakan bahwa masyarakat Indonesia makin mengabaikan penerapan protokol kesehatan. Kelalaian tersebut dinilai berdampak sangat fatal.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts