WHO Sorot Kesenjangan Jumlah Kasus Suspek dan Testing COVID-19 di Indonesia
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Dalam laporan tertanggal 2 Desember 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengungkapkan provinsi-provinsi yang telah memiliki angka testing COVID-19 di atas standar.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali melaporkan situasi virus corona (COVID-19) terbaru di Indonesia. Dalam laporan tanggal 2 Desember 2020, WHO mencatat kasus COVID-19 harian Indonesia melampaui angka 6.000 untuk pertama kalinya pada 29 November 2020.

WHO juga menyoroti kesenjangan jumlah antara suspek COVID-19 dengan jumlah orang yang dites. Pada 2 Desember 2020, sebanyak 41.861 orang menjalani tes COVID-19, namun jumlah suspek harian mencapai 71.074 orang.

"Masih ada kesenjangan antara jumlah kasus suspek dengan jumlah orang yang diuji," tulis WHO dalam laporan tersebut. "Sangat penting untuk meningkatkan kapasitas laboratorium dan memastikan persediaan yang memadai untuk menguji semua kasus suspek."

Sementara itu, provinsi yang memiliki kapasitas pengetesan COVID- 19 besar disebut WHO mencatatkan angka positivity rate yang tinggi. Diketahui, standar WHO minimal 1 per 1.000 penduduk dites dalam sepekan.


Provinsi yang telah mencapai target WHO ini adalah DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Sumatera Barat, dan Kalimantan Timur. Jakarta mencatatkan 9 per 1.000 penduduk dalam sepekan, kemudian Jateng 1 per 1.000 penduduk, Sumatra Barat 2 per 1.000 populasi, DI Yogyakarta 2 per 1.000 penduduk, dan Kalimantan Timur 2 per 1.000 penduduk.

Dengan capaian testing yang tinggi, maka provinsi-provinsi tersebut juga memiliki positivity rate yang tinggi. Postivity rate adalah perbandingan jumlah kasus COVID-19 dengan jumlah tes dan standar WHO ialah di bawah lima persen.

Diketahui, positivity rate diperlukan untuk mengukur seberapa tinggi penularan COVID-19 di satu daerah. Semakin tinggi angka itu, dapat diartikan semakin besar penularan COVID-19 di wilayah tersebut atau testing-nya masih sedikit.

Jakarta yang memiliki angka testing tertinggi mencatatkan angka positivity rate di atas 10 persen. Lalu Jawa Tengah memiliki positivity rate 15 persen, Yogyakarta 10 persen, Sumatera Barat 15 persen, dan Kalimantan Timur mencapai 20 persen.

"Tolak ukur deteksi kasus minimum dicapai di DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Sumatera Barat, dan Kalimantan Timur," lanjut laporan tersebut. "Tapi tidak satupun dari provinsi ini yang memiliki positivity rate kurang dari lima persen."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts