5 Bulan Tak Ada Transmisi Lokal, Pakar Minta RI Belajar dari Thailand Hadapi Pandemi
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Thailand menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang dinilai berhasil dalam menekan angka penularan virus corona. Jikalaupun ada penularan lebih banyak bersumber dari pendatang.

WowKeren - Salah satu negara di Asia Tenggara yang dinilai berhasil dalam menekan angka penularan virus corona adalah Thailand. Pakar Imunisasi Elizabeth Jane Soepardi menilai jika sudah 5 bulan tidak ada transmisi lokal di sana.

Sehingga jikalau memang ada kasus COVID-19 sebagian besar sumber penularannya dari pendatang. Oleh sebab itu, ia meminta agar Indonesia bisa belajar untuk meniru cara Thailand dalam menekan kasus COVID-19.

"Ini sudah terbukti di Thailand, sudah 5 bulan tidak ada penularan antarpenduduk. Kasus COVID-19 itu hanya berasal dari pendatang," kata Jane dalam dialog yang diselenggarakan oleh KPC PEN, Kamis (3/12). "Pendatang yang masuk Thailand di-screening dan apabila positif, dikarantina dua minggu."

Namun ia mengakui jika di Indonesia cara ini mungkin masih cukup sulit untuk dilakukan. Hal ini mengingat masih banyak masyarakat yang memiliki tingkat kesadaran rendah dalam mendisiplinkan diri untuk mematuhi protokol kesehatan.


Ia optimis jika masyarakat di Indonesia memiliki jiwa disiplin yang tinggi bukan tidak mungkin akan bisa berhasil seperti Thailand. "Kalau semua bisa disiplin saya yakin Indonesia bisa seperti Thailand," ujarnya.

Masyarakat lagi-lagi diingatkan untuk menerapkan protokol kesehatan guna menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain. Yang mana, hal ini justru bertolak belakang dengan yang terjadi di Indonesia dimana acara-acara yang memicu kerumunan massa masih marak dilakukan.

Ia menyebut orang yang sengaja membiarkan dirinya terlibat dalam kerumunan massa adalah orang yang keterlaluan. pasalnya, sikap abai ini tak hanya merugikan diri sendiri namun juga orang lain.

"Kalau kita menjaga jarak aman, akan menurunkan risiko penularan hingga 85 persen. Jadi yang berkerumun itu saya rasa keterlaluan sekali," tegasnya. "Karena abai kepada dirinya sendiri dan orang sekitarnya."

Sementara itu, relawan tenaga kesehatan Lia Gustina berharap vaksin segera ditemukan. "Mewakili teman-teman di Wisma Atlet ini, saya sangat mendukung dan berharap pandemi ini akan segera berakhir, dan untuk kebaikan rakyat Indonesia semua," ujarnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts