Tak Terkendali, Teror Semut Masih Terus Berlanjut di Banyumas
Nasional

Bekerja sama dengan perusahaan pengendali hama, tim ahli dari Unsoed sudah membuat umpan yang dilengkapi obat pembasmi hama namun belum membuahkan hasil.

WowKeren - Teror semut rupanya masih terjadi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Miliaran semut yang menyerang Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Banyumas, belum berakhir.

Padahal, tim ahli sudah acap kali ke lokasi untuk mengatasi teror semut tersebut. Namun rupanya belum membuahkan hasil yang signifikan.

Semut yang meneror desa itu berjenis Tapinoma sessile atau semut Bau. Warga Desa Pageraji, Hidayat, menyebut jika tim dari Laboratorium Entomologi dan Parasitologi, Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto sudah datang lebih dari lima kali.

"Uji coba-uji coba terus, bawa sampel semutnya, bawa obat-obatnya, sama medianya baik itu gel, dan lain-lain, mungkin sampai delapan jenis (media umpan)," kata Hidayat dilansir Detik, Sabtu (5/12). "Tapi kenyataannya belum berhasil, itu uji coba yang model dikasih umpan, tapi belum berhasil."


Bekerja sama dengan perusahaan pengendali hama, tim ahli tersebut sudah membuat umpan yang dilengkapi obat pembasmi hama. Namun rupanya masih tetap saja tidak tercium oleh kawanan semut itu. Padahal, umpan tersebut diletakkan langsung ke sarang semut.

"Sudah menggunakan metode yang menggunakan media roti, menggunakan pakan ikan pelet, belatung, terus (membuat) 5 jenis gel," lanjut Hidayat. "Jadi ramuan obat yang sudah dibuat gel. Berarti sudah sekitar 8 umpan yang sudah diuji coba di sini. Hasilnya masih nol."

Saat melakukan uji coba, semut sempat menunjukkan agresivitas. Namun beberapa saat kemudian mereka justru meninggalkan umpan yang diberikan. Percobaan ini dilakukan menggunakan media roti. Lalu ketika menggunakan belatung hasilnya juga sama. Karena metode umpan tidak berhasil maka untuk saat ini satu-satunya alternatif yang memungkinkan untuk dilakukan adalah penyemprotan.

"Jadi kayak ngerti umpan makanan itu sudah dikasih obat," tegasnya. "Padahal itu obat pembasmi serangga, yang serangga sendiri tidak bisa mencium baunya."

Teror ini sudah berlangsung sejak 3 pekan yang lalu. Alih-alih berkurang, semut-semut itu masih menempel di pohon dan justru bertelur di lokasi.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts