Larang Game PUBG, Ulama Aceh Tempel Stiker ke Warung dan Kafe
Nasional

Adapun terkait alasan penyebaran stiker ini, Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk Faisal Ali mengatakan jika saat ini masih banyak masyarakat yang bermain game tersebut.

WowKeren - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh telah menerbitkan stiker yang berisi larangan bermain game Player Unknown's Battle Grounds (PUBG) dan juga game judi online. Stiker ini akan disebar dan ditempelkan pada semua warung dan kafe yang ada di Aceh.

Adapun terkait alasan penyebaran stiker ini, Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk Faisal Ali mengatakan jika saat ini masih banyak masyarakat yang bermain kedua permainan tersebut. Ia pun juga tidak menampik jika kemungkinan larangan bermain game PUBG akan mendapat tantangan besar.

"Ini memang ke depan kita akan lebih besar tantangan terkait PUBG ini," kata Faisal, Sabtu (5/12). "Karena ini sudah masuk ke dalam regulasi olahraga yang akan dipertandingkan, termasuk di PON Aceh."

Dilansir dari CNN Indonesia, Stiker tersebut bertuliskan Fatwa MPU Aceh Nomor 3 Tahun 2019 yang berbunyi, "Hukum Bermain Game PUBG" (Player Unknown's Battle Grounds) dan sejenisnya adalah Haram".


Sedangkan larangan untuk game judi online tertulis pada stiker Fatwa MPU Aceh Nomor 1 Tahun 2016 yang berbunyi, "Judi online adalah permainan yang memasang taruhan uang atau bentuk lain, melalui media internet dan media sosial hukumnya adalah Haram".

Game-game semacam ini dinilai bisa melanggar syariat islam. Sehingga perlu perlu diluruskan. Ia mengaku sudah mendapat surat dari Ketua e-Sport untuk bertemu namun belum terlaksana.

"Karena tahun 2024 itu kan Medan dan Aceh, kita akan menjadi tuan rumah (PON), dari awal harus kita ingatkan Ketua KONI Aceh," ujarnya. "Bahwa jangan sampai ada olahraga yang dipertandingkan di Aceh itu yang menentang dengan nilai-nilai Syariat Islam."

Stiker ini telah dicetak sebanyak 100 lembar namun tidak menutup kemungkinan akan dicetak lebih banyak jika dirasa membuahkan hasil. "Mudah-mudahan ini awal, kalau ini kita lihat efektif dan memberi manfaat yang besar, di Tahun 2021 akan bisa kita perbanyak kembali," katanya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts