Jusuf Kalla Buka Suara Soal Isu Bantu Kepulangan Habib Rizieq Demi Pilpres 2024
Nasional
Kepulangan Habib Rizieq

Jusuf Kalla diisukan membantu kepulangan Habib Rizieq Syihab dari Arab Saudi demi memuluskan langkah Anies Baswedan di Pilpres 2024. Sang mantan Wapres RI pun buka suara.

WowKeren - Beberapa waktu lalu beredar isu soal "Chaplin" yang disebut-sebut mendalangi kepulangan Habib Rizieq Syihab. Berbagai narasi yang beredar pun mengarahkan sosok "Chaplin" itu kepada mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang kemudian berujung pelaporan polisi.

Menanggapi berbagai isu yang beredar, JK pun akhirnya angkat bicara. Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu membantah tudingan bahwa ia membantu kepulangan Habib Rizieq, apalagi dengan iringan narasi demi memuluskan langkah politik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

Dalam kesempatan itu, JK menjelaskan soal urusan kepergiannya ke Mekkah, Arab Saudi, yang terjadi tak lama sebelum Habib Rizieq kembali ke Indonesia. Ia mengaku terbang ke Arab Saudi dalam agenda penandatanganan kerja sama pembangunan Museum Rasulullah Muhammad SAW.

"Maksud saya ke Mekkah adalah ibadah saja. Sepulang dari Vatikan," kata JK, dilansir dari Kompas, Selasa (8/12). "Di samping singgah di Riyadh untuk tanda tangan, kita ibadah malah dituduh macam-macam."


JK juga membantah tudingan bahwa ia membawa sejumlah besar uang tunai untuk membayar berbagai keperluan Habib Rizieq demi bisa pulang ke Indonesia. Menurut JK, sangat tidak masuk akal jika ada seseorang yang bisa membawa uang tunai dalam jumlah besar namun lolos dari petugas imigrasi.

Sebab petugas imigrasi pasti akan memeriksa barang bawaan dengan nilai ekonomi tinggi. Jika penumpang gagal mendeklarasikan barang tersebut, maka imigrasi patut mencurigainya sebagai bentuk upaya pencucian uang.

"Jadi tidak masuk akal. Orang sekarang kalau kirim duit tidak pakai koper lagi," tegas Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia itu.

Di sisi lain, hingga kini belum ada penjelasan pasti perihal alasan Habib Rizieq bisa "mendadak" kembali ke Indonesia. Sebab diketahui sang Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) sudah bertolak dan tertahan di Arab Saudi sejak 2017 silam.

Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa Rizieq terdesak untuk kembali karena terancam akan dideportasi. Namun pihak Habib Rizieq menyangkal semua tudingan tersebut.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts