Bio Farma tinggal mendistribusikan jutaan dosis vaksin COVID-19 buatan Sinovac Tiongkok yang sudah tiba, namun harus ditunda seraya menanti izin penggunaan darurat (EUA) turun.
- Elvariza Opita
- Selasa, 08 Desember 2020 - 19:13 WIB
WowKeren - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjadi penentu kapan vaksin COVID-19 bisa diedarkan ke masyarakat, yakni dalam wujud izin penggunaan darurat alias EUA. Diketahui vaksin tak boleh didistribusikan ke masyarakat meski saat ini sebanyak 1,2 juta dosis produksi Sinovac sudah tiba pada Minggu (6/12) kemarin.
"Kita belum bisa berikan ke masyarakat, karena nunggu izin BPOM," ungkap Head of Corporate Communications Bio Farma, Iwan Setiawan, dalam konferensi pers virtualnya, Selasa (8/12). Bio Farma sendiri merupakan perusahaan yang berwenang memproduksi vaksin yang digadang-gadang bisa mengendalikan wabah COVID-19 itu.
Lantas kapan perkiraan vaksinasi Corona bisa digelar? Iwan menuturkan sejauh ini EUA dari BPOM diperkirakan rilis akhir Januari 2021, yakni setelah uji klinis fase III di Indonesia selesai dilakukan.
Bila hasilnya sesuai harapan dan izin bisa dikeluarkan, Bio Farma akan langsung mendistribusikan vaksin-vaksin tersebut. Sebab sebanyak 3 juta dosis vaksin CoronaVac yang diproduksi Sinovac sudah dalam bentuk jadi.
"Begitu kita terima izin edar pemakaian, bisa langsung (vaksinasi)," jelas Iwan, dilansir dari Kompas. "Saya perkirakan Februari sudah bisa dilakukan."
Dan seperti sudah diungkap sebelumnya, distribusi vaksin akan dilakukan secara digital. Bio Farma pun menggandeng Telkom untuk membangun infrastruktur dan sistem yang diperlukan, mencakup distribusi dan layanan vaksin, memastikan validitas calon penerimanya, hingga sistem monitoring kondisi ke depan.
Sistem yang disiapkan ini nanti juga akan terintegrasi dengan anggota holding BUMN Farmasi lain seperti Kimia Farma dan Indofarma. Rumah sakit, klinik, serta unit-unit pelayanan kesehatan juga akan terhubung dengan sistem ini.
Bio Farma juga membuat aplikasi yang dapat mengetahui keaslian produk vaksin COVID-19 serta akan mengimplementasikan sistem distribusi vaksin (cold chain system) secara real time. Kemudian, sistem yang dapat menghitung secara tepat, jumlah vaksin yang dibutuhkan dari suatu tempat pelayanan agar distribusi vaksin COVID-19 semakin merata.
Sementara itu pro dan kontra atas vaksinasi COVID-19, terutama menggunakan produk Sinovac, masih bergulir meski 1,8 juta dosis lagi siap tiba dalam waktu dekat. Pemerintah pun membeberkan 6 alasan kuat untuk menggunakan vaksin buatan Sinovac itu.
(wk/elva)