Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 resmi digelar pada hari ini, Rabu (9/12). Waspada! 15 daerah ini rawan penyebaran virus corona (COVID-19).
- Ruth Meliana
- Rabu, 09 Desember 2020 - 09:56 WIB
WowKeren - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 resmi digelar pada hari ini, Rabu (9/12) mulai pukul 07.00 WIB – 13.00 WIB. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, penyelenggaraan Pilkada kali ini dilakukan di tengah pandemi virus corona.
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 memberikan peringatan daerah mana saja yang masuk dalam kategori risiko tinggi penyebaran virus corona. Daftar wilayah rawan virus corona ini disampaikan melalui data di situs covid19.go.id pada Selasa (8/12) kemarin.
Berdasarkan data itu, ada 15 daerah yang rawan penyebaran virus corona. Berikut merupakan daerah-daerah rawan COVID-19 di tengah penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020:
1. Kota Padang Panjang
2. Sumatera Barat
3. Batanghari, Jambi
4. Muaro Jambi, Jambi
5. Kota Bengkulu, Bengkulu
6. Kota Batam, Kepulauan Riau
7. Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah
8. Kota Tomohon, Sulawesi Utara
9. Banggai, Kota Palu
10. Morowali, Sulawesi Tengah
11. Cilegon, Banten
12. Tangerang Selatan, Banten
13. Kota Pekalongan, Jawa Tengah
14. Bandar Lampung
15. Metro, Lampung
Angka daerah penyelenggara Pilkada 2020 yang masuk kategori rawan penyebaran COVID-19 itu hanya turun dua daerah dari angka yang dipaparkan oleh Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo beberapa waktu lalu. Kala itu, Doni mengatakan sebanyak 17 kabupaten/kota yang akan menggelar Pilkada Serentak 2020 masuk kategori risiko tinggi penyebaran virus corona.
Sebagai informasi, penyelenggaraan Pilkada Serentak hari ini digelar di 270 wilayah Indonesia. Pilkada ini sekaligus jadi yang terbesar sepanjang sejarah kepemiluan Indonesia karena terjadi serempak di 32 provinsi Tanah Air.
Hingga Selasa (8/12), kasus konfirmasi positif virus corona di Indonesia bertambah 5.292 orang. Akumulasi kasus positif secara nasional mencapai 586.842 orang.
Dari jumlah tersebut di antaranya telah dinyatakan sembuh sebanyak 483.497 usai penambahan angka sembuh sebanyak 4.295 hari ini. Begitu juga dengan angka kematian total 18.000 usai penambahan hari ini sebanyak 133 orang.
(wk/lian)