Waspada! 7 Gejala Ini Ternyata Terkait Varian Baru Virus Corona Inggris yang Lebih Menular
PxHere
Health

Varian baru virus Corona dari Inggris, yang disebut-sebut jauh lebih menular dari umumnya, ternyata menimbulkan sejumlah gejala klinis yang khas. Apa saja?

WowKeren - Varian baru virus Corona dari Inggris, yang diklaim jauh lebih cepat menular, diketahui sudah mulai menyebar ke banyak negara. Bahkan tetangga Indonesia, Singapura, sudah mengonfirmasi satu kasus terkait virus hasil mutasi ini.

Tentu keberadaan virus jenis baru ini wajib diwaspadai banyak pihak, termasuk gejala-gejala klinis khusus yang dialami pasien terinfeksinya. National Health Service (NHS) rupanya sudah memetakan setidaknya 7 gejala yang kerap dialami pasien terinfeksi virus jenis baru ini.

Dilansir dari Times of India dan Kompas, gejala yang dimaksud antara lain kelelahan, kehilangan selera makan, dan sakit kepala. Kemudian gejala lainnya seperti diare, kebingungan, nyeri otot, dan ruam kulit.

Namun selain ketujuh gejala tersebut, pasien COVID-19 yang terinfeksi virus jenis baru juga mengalami gejala klinis selayaknya pasien lain. Seperti misalnya demam, batuk kering, dan yang sangat spesifik adalah hilangnya indra penciuman serta perasa alias anosmia.


"Jika Anda mengalami gejala apapun terkait COVID-19, jangan ambil risiko," terang peneliti dari King's College, dilansir pada Sabtu (26/12). "Anda dan keluarga harus segera melakukan isolasi dan idealnya sesegera mungkin untuk melakukan tes."

Di sisi lain simpang siur informasi soal virus jenis baru ini terus beredar. Kendati demikian sejumlah otoritas terkait Indonesia memastikan virus jenis baru ini belum masuk ke Tanah Air, walaupun Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro tetap meminta semua untuk waspada.

Keberadaan virus jenis baru ini pun dikhawatirkan bisa membuat vaksin COVID-19 yang sedang dikembangkan tak akan lagi efektif. Kendati demikian pakar kesehatan memastikan bahwa riset vaksin tidak akan berpengaruh lantaran mutasi pada struktur virus tak membuatnya menjadi kebal vaksin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun ikut turun tangan untuk terus memantau penyebaran virus jenis ini. Apalagi karena dalam catatannya, WHO mendapati virus jenis baru ini kemungkinan lebih mudah menular dan memengaruhi tes diagnostik. "Informasi awal bahwa varian tersebut dapat memengaruhi kinerja beberapa tes diagnostik," ungkap WHO.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait