RI Dapat Tawaran Bantuan Singapura dan AS Untuk Cari Sriwijaya Air, Terkendala Larangan Masuk WNA
Nasional
Sriwijaya Air Hilang Kontak

Menurut Ketua Sub Komite IK Penerbangan KNKT, Capt. Nurcahyo Utomo, salah satu tawaran tersebut datang dari Transportation Safety Investigation Force Singapore untuk mencari black box pesawat Sriwijaya.

WowKeren - Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah mendapatkan tawaran dari luar negeri untuk membantu pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1) lalu. Menurut Ketua Sub Komite IK Penerbangan KNKT, Capt. Nurcahyo Utomo, salah satu tawaran tersebut datang dari Transportation Safety Investigation Force Singapore untuk pencarian kotak hitam alias black box pesawat Sriwijaya.

"Kemudian KNKT juga sudah menerima tawaran dari Transportation Safety Investigation Force Singapore yang mana mereka akan membantu pencarian black box," ungkap Nurcahyo pada Minggu (10/1). Selain itu, Amerika Serikat juga menawarkan bantuan untuk menginvestigasi kecelakaan Sriwijaya Air melalui MTSB.

"KNKT juga sudah berkoordinasi dengan otoritas Amerika yaitu MTSB," lanjut Nurcahyo. "Dan sudah ditunjuk Michael Hoff yang akan jadi representative di investigasi kecelakaan pesawat ini."

Hanya saja, bantuan dari otoritas luar negeri ini terkendala oleh kebijakan pemerintah Indonesia yang melarang masuknya Warga Negara Asing (WNA) ke Tanah Air demi mencegah penularan virus corona (COVID-19). Oleh sebab itu, KNKT akan berkoordinasi dengan pemerintah agar dapat mendatangkan pihak yang akan membantu investigasi pesawat Sriwijaya Air ini.


"Untuk kedatangan pihak-pihak dari luar negeri, KNKT masih bekerja sama untuk mendapatkan izin," jelas Nurcahyo sehubungan dengan peraturan pemerintah pelarangan warga negara asing masuk Indonesia sampai dengan tanggal 14 Januari."

Sementara itu, KNKT sendiri telah menerjunkan 3 orang investigator ke lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air. Selain itu, 2 orang investigator juga dikirim ke Airnav untuk mengumpulkan data penerbangan dan wawancara dengan petugas terkait kejadian tersebut.

Di sisi lain, tim SAR gabungan juga telah menemukan sinyal black box diduga milik pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu pada hari kedua pencarian pada Minggu (10/1) kemarin. "TNI Polri terus berupaya untuk mendapatkan black box yang posisinya juga diduga kuat adalah posisi black box yang kita cari. Terbukti dua sinyal yang dikeluarkan oleh black box bisa dipantau dan kita beri marking," ungkap Panglima TNI Hadi Tjahjanto di Jakarta.

Adapun posisi pesawat Sriwijaya Air tersebut kini terdeteksi 23 meter di bawah permukaan laut. Hingga kini, tim masih terus berupaya untuk melakukan pengangkatan badan pesawat.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts