RS Polri Kembali Terima 9 Bagian Tubuh Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ182
Nasional
Sriwijaya Air Hilang Kontak

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri menerima 7 kantong jenazah yang berisi 9 potongan tubuh korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1).

WowKeren - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah menerima 7 kantong jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJ182. Dalam 7 kantong tersebut, berisi 9 bagian kecil tubuh korban pesawat yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu itu.

"Ya ada 7 kantong (jenazah), 7 kantong itu terdiri dari 9 bagian (tubuh) kecil-kecil," kata Wakil Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Kombes Hariyanto dilansir dari Detikcom, Senin (11/1). Hariyanto menyebut temuan bagian tubuh korban di lokasi jatuhnya pesawat masih sangat minimal.

Tak hanya itu, sampel data antemortem yang diberikan oleh keluarga dari penumpang Sriwijaya Air SJ182 masih kurang banyak. "Jadi untuk data antemortem itu masih kurang banyak ya. Itu masih awal-awal, itulah nanti yang diperkaya di antemortem, nanti berbarengan dari yang didapatkan dari yang post mortem di TKP. Jadi yang di TKP ini masih sangat minimal, temuannya juga serpihan-serpihan," jelas Hariyanto.


Ia berharap keluarga dapat membawa data fisik sebelum penumpang pesawat mengalami kecelakaan. Selain itu, keluarga korban yang datang diharapkan untuk diverifikasi adalah keluarga terdekat yang memiliki DNA sedarah, bisa anak atau orang tuanya.

"Ke depannya ini nomor 1 dari pihak wartawan menginformasikan, termasuk keluarga korban itu supaya datang diverifikasi yang bisa diambil DNA di antemortemnya karena segaris, artinya anaknya, orang tuanya," terangnya. "Itu yang nanti diambil data untuk antemortemnya. Kalau yang postmortemnya masih berlangsung, jadi masih minimal."

Sebelumnya, RS Polri telah menerima 8 kantong jenazah yang terdiri dari tiga kantong berisi puing, dan lima kantong berupa potongan tubuh dari jenazah penumpang pesawat Sriwijaya Air. ”Kami menyerahkan tiga kantong serpihan pesawat, dan lima kantong potongan manusia,” kata Direktur Operasi Basarnas, Rasman MS di Posko Tim SAR Terpadu JICT 2, Tanjung Priok seperti dikutip dari Kompas TV, Minggu (10/1).

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts