Bantu Selidiki Penyebab Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ182, AS Kirim Tim Khusus
Nasional
Sriwijaya Air Hilang Kontak

Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) akan mengirim penyelidik ke Indonesia untuk membantu penyelidikan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di perairan Kepulauan Seribu.

WowKeren - Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) akan mengirim penyelidik ke Indonesia sebagai bagian dari penyelidikan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air. NTSB bakal memberangkatkan perwakilan dan tiga penyelidik ke Indonesia.

"Kami memiliki keahlian dalam operasi, kinerja sumber daya manusia (SDM), struktur, dan sistem pesawat," kata Dewan Keselamatan NTSB dilansir dari Channel News Asia, Rabu (13/1). Dewan Keselamatan NTSB menambahkan, personel dari Badan Penerbangan Federal AS (FAA), General Electric, dan Boeing akan bergabung dalam tim penyelidik mereka yang berangkat ke Indonesia.

Pesawat Boeing 737-500 milik Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ182 jatuh ke perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1) pekan lalu, empat menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Hingga saat ini tim gabungan masih mencari dan mengevakuasi korban dalam peristiwa tersebut.

Sebelumnya, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah mendapatkan tawaran dari luar negeri untuk membantu pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Tak hanya dari Amerika Serikat, ada pula tawaran dari Transportation Safety Investigation Force Singapore untuk membantu dalam pencarian black box.


Namun, bantuan dari otoritas luar negeri ini terkendala oleh kebijakan pemerintah Indonesia yang melarang masuknya Warga Negara Asing (WNA) ke Tanah Air demi mencegah penularan virus corona (COVID-19).

Sementara itu, black box alias kotak hitam yang menyimpan data penerbangan yang bisa menjadi titik terang di balik insiden yang terjadi telah ditemukan pada Selasa (12/1) sore. Lebih detail dijelaskan, rupanya bagian flight data record-lah yang berhasil didapat tim penyelam.

Kendati demikian, rupanya tim penyelam saat ini masih memiliki tugas penting yakni mencari komponen lain black box. Komponen yang dimaksud adalah jenis Cockpit Data Recorder atau yang biasa dikenal sebagai CVR.

Otoritas meyakini CVR yang memuat rekaman percakapan kokpit itu ada di sekitar lokasi ditemukannya FDR. "CVR masih perlu dicari, namun kami meyakini semua bahwa beacon yang ada CVR juga akan ditemukan di sekitar situ," terang Hadi, dilansir dari CNN Indonesia, Rabu (13/1).

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts